Korban Berjatuhan, Lonjakan Covid Tanda Awas

0
109

KOTAMOBAGU – Ancaman Covid-19 kian mengintai masyarakat. Lonjakan kasus terpapar virus di Bolaang Mongondow Raya (BMR) makin mengkhawatirkan. Selang dua pekan terakhir, kasus meningkat cepat. (lihat grafis).

Bahkan, akhir-akhir ini di BMR banyak kasus warga meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini menjadi tanda awas bagi masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, saat ini Bolmong sudah masuk PPKM level 2. Peraturan daerahnya masih sementara disusun. “Selaku Bupati Bolmong menghimbau kepada masyarakat agar patuh terhadap anjuran pemerintah ini,” kata Bupati, usai melaksanakan penyemprotan disinfektan, Sabtu pekan lalu.

Yasti juga mengungkapkan keprihatinannya setiap kali dirinya memantau media sosial (Medsos), banyak yang meninggal dikarenakan virus tersebut. “Setiap kali saya pantau Medsos, pasti ada yang meninggal karena virus ini, pagi sampai malam selalu ada yang merenggang nyawa karena virus ini.

Artinya Covid-19 ini benar ada dan nyata. Oleh sebab itu, PPKM ini jangan dianggap membatasi ruang gerak masyarakat, tetapi yakinlah pemerintah selalu membuat yang terbaik untuk masyarakat,” ungkap srikandi Bolmong ini. Untuk itu, Bupati Yasti mengimbau seluruh masyarakat terkhusus para camat dan sangadi untuk terus mensosialisasikan akan bahayanya virus Covid-19 kepada masyarakat. “Sudah ada himbauan dan tolong ini dipatuhi, dijaga untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

Sekkot Kotamobagu Sande Dodo menjelaskan, saat ini Pemkot Kotamobagu mulai menerapkan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini menurutnya, untuk memperketat penerapan prokes dan membatasi aktifitas masyarakat, untuk menekan jumlah peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kotamobagu. “Pemerintah berupaya agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kotamobagu, hal ini juga perlu dukungan masyarakat dengan mentaati Prokes,” tutur Sande.

Selain Itu, kata dia, kesadaran masyarakat sangat penting dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) setiap hari. “Pemerintah berupaya agar penyebaran virus dapat diminimalisir setiap hari bahkan perlu untuk tidak ada penyebaran covid 19 dilingkungan masyarakat, namun hal tersebut dapat terwujud jika seluruh masyarakat dapat mendukung dengan menerapkan 5 M setiap hari,” harapnya.

Sementara itu, Menurut Surveilens Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu Desak P Indrawati, sampai saat ini kasus Covid-19 sudah mencapai 1.089. Sedangkan yang sembuh 943, meninggal 24 dan kasus aktif 122. “Kasus aktif menjalani isolasi Mandiri 110 orang, sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu 5 orang, RS Kandow 6 orang dan RS Monginsidi Manado 1 Orang,” kata Desak.

Sedangkan di Bolmong, sesuai dengan data sebaran Covid-19, per tanggal 31 Juli kasus terkonfirmasi sebanyak 473 orang, isolasi 23, sembuh 458, suspek 35 orang dan yang meninggal sudah 25 orang. “Kami berharap kepada masyarakat Bolmong untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah. Kalau kita taat dan patuh terhadap protokol kesehatan, saya yakin akan terhindar dari wabah ini,” kata kepala Dinas Kesehatan Bolmong Erman Paputungan.

Di Bolsel, kata Kadis Kesehatan Sadly Mokodongan, untuk penanganan Covid-19 tetap pada tracing, test, dan tretmen. “Pasien dalam perawatan 6 orang, selesai isolasi 83, dan meninggal 3 orang. sehingga totalnya ada 92 orang,” tuturnya. Untuk itu Ia menhimbau, agar masyarakat lebih disiplin lagi dalam memakai masker, hindari kerumunan, jaga jarak. “Selain itu jaga imun tubuh dengan banyak makan buah, sayur, serta minum air putih yang cukup,” tuturnya.

Punm di Boltim,  kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Hamdan Korompot, penyebaran covid-19 di Boltim mengalami peningkatakan. Berdasarkan data 28 Juli tercatat, warga terkonfirmasi positif hingga saat ini berjumlah 245 kasus, sedangkan sembuh berjumlah 196.

Sementara, 39 orang kini menjalani perawatan maupun isoman dan 10 kasus diantaranya meninggal dunia. “Jika dilihat dari data memang ada peningkatan, apalagi yang meninggal dunia. Sebelumnya, tujuh naik menjadi 10 orang. Namun, yang meninggal dunia umumnya adalah warga yang memiliki penyakit bawaan atau kormobit,” urainya.

Untuk menekan penyebaran virus, Dinkes Boltim memaksimalkan vaksinasi meskipun ditengah minimnya vaksin. “Vaksinasi masih kita lakukan khususnya dosis kedua, sebab saat ini kami masih menunggu tambahan stok vaksin. Jumlah yang sudah divaksin dosis pertama 12.037 atau 18,12 persen. Sedangkan, dosis kedua berjumlah 3.786 atau 31,45 persen,” urainya. (*/dim)

Data Covid-19  di BMR:

  1. KOTAMOBAGU:

– Terkonfirmasi: 1.005

– Total Positif:127

–  Sembuh:943

–  Meninggal 26

–  Kasus Aktif 122

–  Isolasi Mandiri:110

–  Dirawat RSUD KK: 5

–  Dirawat RS Kandouw:6

–  Dirawat RS Mongosidi:1

  1. BOLMONG:

– Terkonfirmasi: 473

– isolasi:30

-sembuh:458

-Suspek: 35

-Meninggal 25

  1. BOLTIM:

-Terkonfirmasi:376

– Isolasi Mandiri:39

-Sembuh:196

-Positif:245

-Meninggal 10

  1. BOLSEL:

-Terkonfirmasi:92

-Selesai Isolasi (Sembuh): 89

– Dirawat:35

-Meninggal: 3

 

  1. BOLMUT:

-Terkonfirmasi :385 orang

– Sembuh: 124

-Meninggal:2

Sumber: Satgas Covid-19 Sulut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.