Tuduh Camat Biangnya, PDIP Merasa Suaranya ‘Ditilep’ ke PKB

0
66
Yusuf Mooduto (pakai kopiah) saat melaporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu Bolmong | FB

KLIK24.ID – Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Yusuf Mooduto di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak menerima suaranya ‘ditilep’ oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)di Dapil II (Kecamatan Bolaang, Bolaang Timur dan Poigar).

Yang lebih memiris lagi kata Mooduto, dugaan kecurangan itu dilakoni oleh oknum camat.  “Surat suara kami dikurangi dan ditambahkan ke partai lain,” ujar Mooduto, Minggu (21/4/2019) dikutip totabuan.news.

Dirinya menambahkan bahwa saat ini pihaknya sudah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke pihak Bawaslu, KPU dan Polres Kotamobagu. “Kami akan lawan kecurangan ini. Sudah kami laporkan ke pihak-pihak yang mempunyai wewenang,” jelasnya.

KLIK JUGA: Jokowi Kalah, Bupati Mengundurkan Diri

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bolmong Pangkerego mengatakan oknum ASN itu dilaporkan oleh salah satu Caleg karena diduga merubah angka perolehan suara milik sejumlah Caleg.“Iya, laporannya sudah kita terima,” ujar Pangkerego ketika dikonfirmasi.

Pangkerego menambahkan laporan tersebut masuk karena oknum ASN mencoba menambah dan mengurangi perolehan suara milik para Caleg yang ada di daerah pemilihan itu. Beberapa bukti yang dilampirkan soal laporan itu, yakni foto dan rekaman pengakuan oknum ASN tersebut.

Di mana di ruangan kerja ASN tersebut didapati formulir C1 yang berserahkan milik para Caleg.“Laporannya sudah kita terima dan akan kita input. Saat ini kami masih akan menunggu hasil pleno PPK yang sedang berlangsung,” tutupnya.

Terpisah, Camat Bolaang Aswandi Gobel membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya.“Itu tak benar dan tidak mungkin terjadi begitu. Saya tak berani menggelembungkan suara. Jangankan satu suara, setengah pun saya tak mau karena pasti akan dipenjara. Ini tak masuk akal, apalagi saya PNS,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.