Sangadi Ambang Dua Terancam 6 Tahun Bui

0
18
AKBP Nova Irene Surentu (Kapolres Bolmong)

Klik24.id, BOLMONG – Setelah melalui pemeriksaan, akhirnya Polres Bolmong resmi menahan Kepala Desa Ambang dua, Ocni alias OP. Penahanan oknum sangadi tersebut lantaran memalsukan dokumen. Dalam pemeriksaan itu, OP dijerat pasal 263 dengan ancaman pidana 6 tahun. “Tersangka resmi ditahan pada tanggal 27 September 2021. Ia dijerat pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman pidana 6 tahun,” kata Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu, Selasa (28/9).

Penahanan oknum sangadi Ambang 2 langsung ditanggapi, Pemerintah Kecamatan Bolaang Timur. Kata Camat Bolaang Timur Supriyadi Dilapanga, setelah mendapat informasi resmi penahan, pihaknya langsung menunjuk Pelaksana harian (Plh). “Sekdes yang diangkat jadi Plh,” kata Camat Bolaang Timur.

Hal ini dilakukan karena menurut Camat, agat tidak ada kekosongan pemerintahan di desa setempat. Lanjutnya, Plh sangadi ditugaskan untuk merangkul semua stakeholder yang ada, termasuk masyarakat dan memberikan pelayanan prima tanpa pandang bulu.”Plh sangadi juga diperintahkan melakukan penagihan untuk pelunasan PBB-P2, serta berkoordinasi dengan camat dalam proses menjalankan Pemerintahan, Pembangunan serta pelayanan pada masyarakat, dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban desanya,” pungkasnya.

Terpisah, Asisten 1 Pemkab Bolmong Deker Rompas membenarkan penahanan oknum tersangka OP. Lanjutnya, langkah Pemkab Bolmong resmi memberhentikan oknum OP dari jabatan Sangadi. Kemudian telah menunjuk Sekdes Ambang II sebagai Pelaksana Harian. “Pemkab Bolmong tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tuturnya.

Diketahui, OP dilaporkan karena memindahkan warganya ke Manado dengan sepihak, berdasarkan nomor LP/10/II/2021/RES BM/SEK-BLG, tanggal 18 Februari 2021 pukul 10.45 WITA terkait dugaan tindak pidana pemalsuan. Bahkan, beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat Desa Ambang Dua sempat menyegel kantor desa setempat. Mereka yang menamakan aliansi masyarakat datang meminta pertanggujawaban sangadi atas sejumlah masalah, yaitu pemotongan BLT, pemindahan paksa warganya, hingga terbukti menerima BST dan menghapus warga lain yang layak menerima. (cip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.