Puskesmas Dituntut Jadi Rawat Inap

1
123
Sahara Albugis

KLIK24.ID – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus dituntut meningkatkan kualitasnya. Ditengah tuntutan masyarakat itu, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan meningkatkan pelayanan puskesmas dari rawat jalan menjadi rawat inap. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong Sahara Albugis mengatakan, pihaknya akan berupaya mengoptimalkan semua puskesmas menjadi rawat inap secara bertahap. “Kabupaten Bolmong saat ini memiliki 17 Puskesmas yang tersebar di 15 Kecamatan. 4 diantaranya sudah ditingkatkan menjadi rawat inap. Yakni, Puskesmas Pusian Kecamatan  Domoga, Puskesmas Doloduo Kecamatan Dumoga Barat, Puskesmas Pangian Kecamatan Passi Timur serta Puskesmas Konarom Kecamatan Dumoga Tenggara,” ungkap Albugis.

Lanjutnya, rencananya satu puskesmas lagi akan segera ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap, yakni Puskesmas Tanoyan Kecamatan Lolayan. “Tahun ini direncanakan untuk puskes Tanoyan akan ditingkatkan kapasitas dari rawat jalan menjadi rawat inap. Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih hebat. Terutama hebat dalam bidang kesehatan,” ujarnya.

Pun, untuk menjadi puskesmas rawat inap, sebagaimana pedoman dalam Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, sudah diatur bahwa letaknya harus paling strategis dari puskesmas yang lain. Harus dilengkapi dengan SDM yang mendukung sesuai dengan ketentuan. Sebab, ini melihat fungsinya nanti sebagai pusat rujukan atau rujukan antara, dari puskesmas non rawat inap dan fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya. “Perencanaan pengembangan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, tentu harus melalui dua tahap, yakni tahap persiapan dan analisa situasi. Dalam tahap persiapan, maka harus memperhatikan area cakupan. Seperti memperhatikan penyebaran penduduk, akses penduduk terhadap puskesmas, sumber daya manusia yang ada dan jarak dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama di sekitarnya serta fasilitas kesehatan rujukan. Sedangkan, tahap analisa dimaksudkan untuk memperoleh informasi keadaan dan permasalahan kesehatan yang dihadapi di kabupaten. Dengan terwujudnya puskesmas Tanoyan menjadi rawat inap tahun 2019 ini, maka setiap kecamatan yang memiliki puskesmas akan diupayakan seluruhnya menjadi rawat inap,” ucapnya.

Di sisi lain kata mantan Direktur RSUD Datoe Binangkang ini, tahun 2019 ini juga Puskesmas Tungoi Kecamatan Lolayan akan direlokasi atau dipindahkan dan dibangun di samping Kantor Kecamatan. Namun puskes tersebut masih tetap rawat jalan. “Untuk Puskesmas Tungoi akan dibuat bangunan baru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenkes RI dengan pagu anggaran Rp 3 Miliar lebih. Setelah dibangun maka nantinya akan dioptimalkan kembali untuk menjadi rawat inap,” tuturnya. (cip)

1 KOMENTAR

  1. Bagusnya Puskesmas Kalau Lebih Fokus Sama Urusan UKM Upaya Kesehatan Masyarakat,,,Jika terus di dorong earah Kuratif Fungsi Puskesmas,,,PAsti kurang maksimal dari satu sisi kita harus memperbaiki layanan UKP ,,,Upaya Kesehatan Perorangan tapi dari sat sisi kita punya tugas Utama,,,,sebagai Ujung tombak meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,,,,,RSUD enak krn hanya Fokus pada satu Tujuan Kuratif
    Naaa Puskesmas,,,,,,,Kemana Tujuan Kita jika semuaharus dikerjakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.