Oskar dan Uyun Mundur dari ASN, Selvia Van Gobel Ajukan Pensiun

0

KLIK24.ID – Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah harus mundur dari jabatannya. Pengunduran diri itu dilakukan pada saat yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketentuan ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Pasal 7 Ayat (2) huruf t menyebutkan, calon gubernur dan calon wakil gubernur, calon bupati dan calon wakil bupati, serta calon wali kota dan calon wakil wali kota harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai TNI, Kepolisian, dan PNS atau kepala desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan.

Di Pemilihan bupati (Pilbup) Boltim maupun Bolsel, sejumlah ASN juga dipastikan akan maju. Di Boltim, ada ada Oskar Manoppo (OPPO) dan Uyun K Pangalima (UKP) yang digadang-gadang maju dan sudah mendapatkan restu dari Partai Politik untuk bertarung di Pilbup Desember nanti.

Kabar terbaru, Oskar Manoppo (OPPO) dan Uyun K Pangalima (UKP) dipastikan mundur dari ASN, pasca menjadi kandidat Pilbup Boltim 2020.

Oskar tercatat sebagai ASN Boltim, yang pernah menduduki jabatan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) hingga Plt Sekretaris Daerah (Sekda), kini menjadi calon wakil bupati (cabup) mendampingi Sam Sachrul Mamonto (SSM) didukung Partai NasDem, PKB dan PBB. Sedangkan, Uyun yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) juga ikut bertarung di Pilbup Boltim sebagai cabup mendampingi Amalia RS Landjar. Pasangan ARSL-UKP didukung partai pengusung yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Oskar Manoppo mengatakan, dirinya telah mempersiapkan dokumen pengunduran diri dari ASN. “Sudah disiapkan, dokumen yang dibutuhkan untuk pengunduran diri dari ASN,” kata Oskar, Selasa (1/9) kemarin.

Menurutnya, selain berkas pengunduran diri dari ASN, pihaknya menyiapkan permohonan cuti di luar tanggungan negara untuk istri. “Karena istri saya juga ASN, saya menyiapkan dokumen permohonan cuti di luar tanggungan negara untuk istri. Sehingga, selama tahapan Pilbup, istri saya bebas tugas dan tidak menerima hak gaji maupun hak lainya sebagai ASN,” terang Manoppo.

Terpisah, Uyun K Pangalima menuturkan, pihaknya telah melakukan persiapan terkait pengunduran diri dari ASN. “Kita sudah persiapkan semuanya. Nanti, saat pendaftaran kita lampirkan surat pernyataan pengunduran diri dari ASN,” kata Uyun.

Ia menambahkan, untuk melengkapi syarat calon, dirinya melampirkan surat pengesahan terkait pengunduran diri yang ditandatangani bupati. “Untuk melengkapi berkas, nanti disertakan surat keputusan bupati terkait pemberhentian ASN,” jelas Mamonto.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim, Reza Mamonto mengatakan, “Pak Oskar dan Uyun sudah melakukan koordinasi terkait, syarat-syarat pengunduran diri. Pemberhentian nanti dibuat dalam SK yang ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Pak Bupati. ASN yang mengundurkan diri atau meminta berhenti dari ASN tidak mendapat pensiun, namun hanya mendapat tunjangan hari tua Taspen,” urainya.

Ia menambahkan, terkait permohonan cuti di luar tanggungan negara berlaku saat mendapat persetujuan Kepala Badan Kepegawain Negara (BKN). “Jadi berkas yang dimasukan pemohon nanti kita proses dan diteruskan ke BKN untuk mendapat persetujuan dari Kepala BKN,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Boltim, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Abd Kader Bachmid mengatakan, saat pendaftaran kandidat yang masih melekat sebagai ASN memasukan surat pernyataan pengunduran diri. “Hanya pernyataan pengunduran diri ditandatangani di atas meterai 6000, dilampirkan pada saat pendaftaran. Kemudian, untuk prosesnya, harus ada tanda bukti bahwa bersangkutan tengah mengurus pengunduran diri dari ASN. Sedangkan, SK pemberhetian paling lambat dimasukan ke KPU paling lambat 30 hari sebelum pungut hitung,” tutupnya.

Pilbup Bolsel

Di Bolsel, Selvia Van Gobel juga bakal bertarung di Pilbup. Selvia Van Gobel dipastikan akan berpasangan dengan Riston Mokoagow.

Selvia Van Gobel saat ini tercatat sebagai ASN Pemkot Kotamobagu. “Iya ibu Selvia sudah mengajukan pensiun dan sudah dalam proses. Sekarang SK tinggal di tandatangani oleh ibu wali kota. SK-nya memang sudah sekitar 2 minggu lalu diajukan tetapi memang ibu wali kota masih diluar daerah,” kata Kepala BKPP Kotamobagu sarida Mokoginta saat dikonfirmasi via WA kemarin sore.

Ketua KPU Bolsel, Stanly Eskolano Kakunsi mengatakan, tahapan pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) yang akan ikut di Pilkada Bolsel 2020, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Para Paslon yang hendak bertarung di pemilihan kepala daerah ini mendaftarkan diri dengan persyaratan yang ditetapkan. Dalam aturan, bagi Calon Bupati dan Wabup yang akan mendaftar harus memenuhi syarat pencalonan dan calon. Terutama, bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Pegawai Negeri Sipil (PNS), maupun yang bekerja di instansi lainnnya.

“Saat pendaftaran, bagi anggota dewan maupun PNS atau sejenisnya harus melampirkan surat pengunduran dirinya sebagai salah satu syarat,” kata Eskol sapaan akrabnya, Selasa (1/9) kemarin.

Dikatakannya lagi, ada empat item yang harus disiapkan oleh calon yang berasal dari DPRD maupun PNS. Hal itu, harus diisi dan dilengkapi dalam tahapan pendaftaran.

“Jadi, harus mengundurkan diri dulu. Pada saat pendaftara, surat pengunduran diri harus diperlihatkan juga sebagai syarat,” tukasnya. (wid/ndi/har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.