PETI Bolmong Telan Korban Lagi, Alat Berat Tetap Leluasa Beroperasi

0
393
salah satu aktivitas peti di Sulut yang bebas menggunakan alat berat | istimewa

KLIK24.ID – Korban berjatuhan di pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut terus berjatuhan. Terbaru, lokasi Bakan, Kecamatan Lolayan. Satu warga setempat, Rivaldo Mokoagow menjadi korban, Selasa (25/6/2019).

Dari informasi diperoleh, jatuhnya korban di lokasi milik pemilik PETI “Om Tole”. Nama “Om Tole” memang terkenal sebagai salah satu dari sekian banyak pemilik lokasi PETI.

Menurut  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan dari saksi, sebelum peristiwa tragis itu terjadi korban katanya mengalami  kesulitan mengambil material (rep) karena posisi bebatuan berada di tebing dan juga bermedan curam.

Hingga Rivaldo tak mampu mengontrol keseimbangan,  akhirnya jatuh terperosok ke jurang sedalam15 meter. Kemudian disusul dengan longsoran bebatuan, yang kemudian menindih sebagian tubuh Aldo.  “Kejadian tidak  sempat diinformasikan ke pihaknya maupun Basarnas karena korban cepat ditemukan oleh warga sesama petambang,” kata Kepala Seksie Tanggap Darurat BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

Jatuhnya korban ini merupakan rentetan panjang terjadi selama beberapa bulan ini. Meski begitu  aktivitas PETI tak berarti berakhir. Bahkan, telah menjadi rahasia umum, PETI di wilayah Lolayan semakin tak terkendali. Tak tanggung-tanggung  alat berat digunakan secara leluasa hingga hari ini. Seakan para PETI mendapat jaminan tak akan disentuh hukum. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.