Pemkot Fokus Pencapaian SPM Kesehatan

0
36
PROGRAM : Walikota Kota Kotamobagu Tatong Bara menggelar Kunker di Dinkes Kota Kotamobagu. (F : Diskominfo KK)

KOTAMOBAGU – Walikota Kota Kotamobagu Tatong Bara menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu.

Kunker kali ini membahas khusus capaian target dan pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Kesehatan.

Tatong Bara mengatakan, Dinas Kesehatan untuk lebih fokus lagi dalam pencapaian target dan pemenuhan indikator terutama yang ada dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang kesehatan.

Pencapaian target dan indikator dalam dokumen Renstra dan Renja tahun 2021 dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Indikator yang belum terpenuhi, harus dipersiapkan program kegiatan penunjangnya pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022.

“Dinas kesehatan harus menjadi leading sector dalam koordinasi dan kolaborasi antara UPTD yang ada di bawah kewenangannya. Mulai dari UPTD rumah sakit, UPTD Farmasi dan Puskesmas,” jelas Tatong.

Lebih lanjut, dalam penanganan Covid, walikota meminta Dinkes menghitung dengan cermat komponen penghasilan ASN. Terutama, insentif tenaga kesehatan yang penganggaran tahun sebelumnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), namun tahun ini harus ditangani APBD.

Selain itu, insentif BPJS dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) harus dikaji kembali dan menjadi perhatian bersama.

“Untuk vaksinasi anak usia 12 – 17 tahun, walikota meminta Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Capil dan pemerintah desa/kelurahan.

Pendataan terhadap anak-anak yang akan divaksin harus dilakukan terlebih dahulu, dicek di desa kelurahan jumlah anak usia 12-17 tahun dan setelah datanya lengkap, kemudian dilaksanakan vaksinasi agar bisa maksimal dan mencapai target yang diharapkan,” tutur walikota.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Kotamobagu, Tanty Korompot mengatakan, terima kasih atas kunjungan kerja walikota ke Dinkes. Ia mengaku, banyak saran dan masukkan yang disampaikan walikota terutama peningkatan kinerja dinas dalam pencapaian target dan indikator.

“Tadi terdapat beberapa poin arahan yang disampaikan Wali Kota, salah satunya terkait pengadaan obat-obatan yang harus diintegerasikan di UPTD Farmasi. Dan kami akan segera berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bagian Hukum untuk menindaklanjuti arahan ini. selain itu tadi dibahas pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12 – 17 tahun, penanganan stunting yang membutuhkan kolaborasi dan kerjasama yang baik antar perangkat daerah terkait, hingga insentif tenaga kesehatan dan dana kapitasi. Ini semua menjadi masukan yang sangat berarti bagi kami untuk peningkatan kinerja Dinas Kesehatan ke depannya,” kata Tanty. (tr-1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.