BTM FIP UNIMA Selenggarakan Webinar Urgensi BST di Tengah Pandemi Covid-19

0
20

KLIK24.ID — Lebih dari satu tahun Indonesia disibukkan dengan fenonema Covid-19. Fenonema tersebut telah membawa dampak yang sangat luar biasa, hampir seluruh sendi—sendi kehidupan kita terdampak dengan adanya pandemic tersebut.

Aspek yang paling krusial adalah soal ekonomi sosial yang telah dirasakan oleh masyarakat. Dengan adanya pandemic Covid-19 ini, pembatasan ruang gerak masyarakat menjadi terbatasi. Akhirnya roda ekonomi masyarakat ikut terimbas. Jutaan masyarakat kehilangan pekerjaan, daya belinya pun menurun karena pendapatannya berkurang. Mengatasi dampak tersebut, maka pemerintah Indonesia meluncurkan program bantuan sosial tunai (BST) melalui kementerian sosial republic Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk memberikan stimulan sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tidak jatuh terlalu jauh.

Kabid Pemberdayaan dan Penangan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Tomohon, Haris Salam yang hadir selaku narasumber pada kegiatan webinar BTM FIP UNIMA mengatakan, bahwa program BST ini adalah upaya pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi sosial dari pandemic covid-19. Kita berharap dengan adanya program tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat kita.

Pada kesempatan yang sama Rusmin Hasan selaku kabid PPD HMI Cab. Tondano mengatakan, program BST ini pada hakikatnya sangat luar biasa. Patut kita apresiasi. Akan tetapi pada tataran implementasi, kita banyak menemukan masalah–masalah yang masih perlu dievaluasi. Salah satu hal yang disorot oleh Rusmin adalah soal data penerima yang kadang tidak tepat sasaran. Kemudian hal lain, bantuan sosial tunai ini kadang dipolitisir oleh oknum-oknum untuk kepentingan tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Alif Mabrur selaku manager SDM POS Indonesia Cabang Manado mengatakan, Pos Indonesia ini posisinya hanya sebagai juru bayar. Daftar nominative penerima kita terima dari Dinas Sosial. Akan tetapi pada proses penyaluran BST tersebut dipastikan Pos Indonesia melakukan verifikasi yang sangat ketat, demi meminimalisir kesalahan penerima.

“Setiap penerima BST kami verifikasi dengan meminta tanda tangan, kemudian kami juga menggunakan tekhnologi face recognition sehingaa seluruh penerima secara otomatis terekam pada web monitoring kami. Semua data penerima terekam secara real di web monitoring kami,” katanya.

Diakhir webinar tersebut, Ryan azhari selaku Ketua Umum Badan Tadzkir mahasiswa FIP Unima menuturkan, selaku mahasiswa tentu akan selalu hadir memberikan masukan dan pengawasan kepada pemerintah dalam setiap implementasi programnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.