Libur Imlek, ASN Bolsel Diimbau Tidak Keluar Daerah

0
36
Ahmadi Modeong

KLIK24.ID — Badan Kepegawaian dan Pengbangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengimbau agar jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Bolsel tidak keluar daerah, saat libur Imlek. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BKPSDM Bolsel, Ahmadi Modeong saat sejumlah awak media bersuah di ruangan kerjanya, baru-baru ini.

Menurutnya, libur panjang seperti imlek ini, ia khawatir akan tingginya mobilisasi para ASN.

“Larangan itu berlaku secara nasional, sesuai edaran Kemenpan RB agar ASN tidak keluar daerah dan mudik,” tegas Ahmadi.

Dikatakannya, pembatasan mobilitas bagi ASN ini tercantum dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 4/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah bagi Pegawai ASN selama Libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Pegawai ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama periode Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, ” jelasnya.

Lanjutnya, surat edaran yang ditandatangani Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada 9 Februari 2021 ini berlaku untuk periode 11-14 Februari 2021.

“Apabila dalam periode tersebut, seorang ASN mengalami keadaan mendesak dan terpaksa melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, maka pegawai yang bersangkutan harus mendapatkan izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansinya terlebih dahulu,” terangnya.

Selain itu, Mantan Kabag Humas Bolsel ini menuturkan meski telah memperoleh izin untuk bepergian ke luar daerah karena keadaan mendesak, seorang ASN juga harus memperhatikan empat hal dalam melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, yaitu Peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Peraturan atau kebijakan pemerintah daerah asal dan daerah tujuan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang, Kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 serta yang terakhir, memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Saya berharap, ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungannya dalam penerapan PHBS dan protokol kesehatan. ASN harus menjadi contoh dan mengajak keluarga, serta masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya untuk selalu menerapkan 5M,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.