BILALANG

0
964

 

Penulis adalah Sumarti Puspa Sari Mokoginta, Kotamobagu Lahir di Bilalang, 27 Maret 2002, Universitas Gorontalo jurusan Ilmu Pemerintahan

Delapan belas tahun berlalu menikmati pahit manisnya kehidupan di dunia. Dilahirkan, dibesarkan, disekolahkan, dikenal dan diterima serta dicintai. Delapan belas tahun yang lalu saya lahir disebuah desa yang sejuk, desa yang asri dan bersih, dengan orang-orangnya yang ramah dan baik hati. Bilalang, desa yang saya deskripsikan begitu indah di paragraf ini.

Apa yang terlintas dibenak kalian ketika membaca atau mendengar nama Bilalang? Bagi yang belum kenal tempat ini mungkin akan menyangkut pautkan Bilalang dengan nama hewan berwarna hijau yaitu Belalang. Ya, tidak masalah karena awal mula desa ini memang tidak jauh dari hewan tersebut. Berapa puluh tahun yang lalu desa ini ditinggali oleh warga yang hidup berkelompok dan nomaden, lalu saat sedang bertani mereka menemukan seekor hewan Belalang besar sehingga dinamakan lah desa ini menjadi Desa Bilalang.

Saat ini Bilalang telah dimekarkan menjadi beberapa, Bilalang I, Bilalang II, Bilalang III, Bilalang III Utara, Bilalang IV dan Bilalang Baru. Bilalang I dan Bilalang II telah menjadi bagian Kota Kotamobagu, sedangkan sisanya masih merupakan bagian dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Walaupun begitu, ketika ada kegiatan yang melibatkan seluruh warga Bilalang maka itu menjadi kegiatan Bilalang Bersatu.

Bagi orang luar, Bilalang mungkin dikenal sebagai desa yang menakutkan karena dulu ada beberapa kasus ‘baku potong’ yang selalu heboh dan menjadi perbincangan publik. Bahkan orang-orang dari luar tidak berani datang ke Bilalang karena takut akan di palak dan khawatir jika pulang tinggal bawa nama saja. Saya yang memang warga asli Bilalang tentu merasa tidak terima dengan pernyataan tersebut karena nyatanya Bilalang tidak se-mengerikan itu, mereka saja yang terlalu melebih-lebihkan sehingga menjadi takut sendiri.

Teringat empat tahun yang lalu ketika saya memutuskan untuk sekolah di Provinsi tetangga. Setelah memperkenalkan nama dan asal tempat tinggal, seorang guru perempuan bertanya, “Kotamobagu di mana dek?” saya jawab di Bilalang, lalu si guru menjawab “Bilalang? Yang orang-orangnya sering baku potong itu ya?”, seketika suasana kelas ramai dengan suara tertawa teman-teman lain, ada pula yang langsung menoleh ke arah saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar sangat antusias dan penasaran. Sungguh sangat menjengkelkan dan itu bukan pertama kalinya, itu juga saya rasakan semasa sekolah dari SMP, mereka seringkali mempermasalahkan nada bicara saya yang katanya ‘Bilalang skali’.

Tanpa kita semua sadari hal itu berdampak tidak baik, orang akan merasa malu mengakui tempat tinggal, merasa tidak percaya diri dengan nada bicara, padahal nada bicara merupakan salah satu cara menunjukkan identitas. Tapi bersyukur, dari hal itu muncul tekad untuk terus belajar dan membuktikan bahwa saya mampu.

Bilalang juga terkenal dengan ‘rambut merah’ karena beberapa orang di Bilalang memiliki warna rambut yang agak kemerahan dan mata yang kecoklatan, warna rambut tersebut bukan lantaran sengaja diwarnai tetapi mereka dikatakan sebagai keturunan Bangsa Portugis yang dulu menjajah dan melakukan perkawinan dengan orang Mongondow. Sekali lagi itu bukan hal yang memalukan, tapi entah mengapa ada saja orang yang menganggap itu lucu dan ditertawakan.

Dari hal di atas, kira-kira apa esensi dari Bhineka Tunggal Ika? Bukankah Indonesia memiliki beragam suku, ras, agama, bahasa dan hal-hal yang bersifat fisik?. Apa sebenarnya makna dari menerima perbedaan? Pelangi juga tidak akan indah jika hanya satu warna, begitu juga dengan Indonesia.

Jika memperkenalkan diri dan mengaku orang Bilalang, lalu ada yang mengatakan saya ‘orang kampung’, maka dengan sangat bangga saya mengakui bahwa Bilalang adalah kampung tercinta. Jangan pernah malu, kita diciptakan berbeda untuk menjadi indah.

Saya orang Bilalang dan saya bangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.