Batasi Penyebaran Virus Corona, Sholat Jumat di Kotamobagu Ditiadakan

0

KLIK24.ID – Mulai pekan ini, takmirul masjid dan umat muslim se Kotamobagu diimbau tidak menyelenggarakan Sholat Jum’at dan diganti dengan sholat Dzuhur di rumah masing-masing. Ini berdasarkan tausiah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kotamobagu tertanggal 27 Maret 2020.

Dalam tausyiah yang ditandatangani ketua MUI Kotamobagu Hi Jusuf Dany Pontoh, takmirul masjid juga diimbau untuk tidak menyelenggarakan sholat berjamaah lima waktu di masjid. Namun, azan tetap dikumandangkan. Hanya saja, beberapa lafaz diganti. “ Takmirul Masjid dan segenap umat Islam Kota Kotamobagu untuk tidak menyelenggarakan Sholat Jum’at dan para jamaah menggantikannya dengan melaksanakan sholat dzuhur dirumah masing-masing. Takmirul Masjid tidak menyelenggarakan Sholat Berjamaah 5 waktu/Sholat Rawatib. Takmirul masjid tetap menyelenggarakan adzan sholat sesuai waktunya; dengan perubahan lafadz,” bunyi tausiyah Majelis Ulama Indonesia Kota Kotamobagu tentang penyelenggara ibadah dalam situasi darurat covid-19.

Alasan mengeluarkan imbauan ini, didasarkan setelah mendengar, memperhatikan dan menimbang keputusan, pendapat dan usulan Pemkot Kotamobagu, Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kota Kotamobagu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Cendekiawan tentang penetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa Covid-19 sebagai Pandemi Global, agar tidak terjadi penularan lebih luas, penetapan darurat Covid-19 oleh presiden RI dan penetapan tanggap darurat Covid-19 oleh Gubernur Sulawesi Utara serta indikasi meluasnya penyebaran Covid-19 dengan bertambahnya orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dilaporkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara. “Selain itu juga merujuk Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19 dan himbauan majelis ulama indonesia provinsi sulawesi utara tertanggal 26 maret 2020,” tulis Tausiyah tersebut.

Dipoin 4 juga dituliskan tidak boleh menyelenggarakan kegiatan keagamaan atau pun perayaan hari besar Islam yang melibatkan orang banyak baik di masjid atau ditempat lain. Kegiatan dimaksud seperti: Tabligh, Taklim/kajian, tadarus Qur’an dan kegiatan lainnya. Poin 5 Umat muslim diharapkan untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan penting dan mendesak.

Sementara di poin terakhir, umat Islam diminta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar terhindar dari berbagai musibah dengan memperbanyak Taubat atau Istighfar memohon Ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala, berdzikir, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah dan meniggalkan permusuhan.

“Tausiyah ini ditujukan kepada seluruh masjid dan umat muslim di Kota Kotamobagu dan akan diperbaharui nanti sesuai dengan situasi dan kondisi wabah Covid-19 di Kota Kotamobagu,” jelas Ustad Dany Pontoh.(har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.