Kawan Perubahan Seriusi Masalah Tambang Kotabunan

0
62
DISKUSI : Pendiri Kawan Perubahan Irvan Basri, memberikan sambutan sekaligus membuka diskusi Mufakat Perubahan Ketiga sesi tiga, di aula Kantor Kecamatan Kotabunan, beberapa waktu lalu., (F : Istimewa)

BOLTIM – Mufakat perubahan ketiga sesi tiga yang digelar komunitas Kawan Perubahan di aula Kantor Camat Kotabunan, Desa Kotabunan dan Wakop D’Katu, Desa Tombolikat Selatan, berlangsung sukses, Sabtu (7/8).

Kali ini, Kawan Perubahan mengangkat tema ‘Polemik Pertambangan dan Hak Ekosob Masyarakat: Belajar Dari Kasus Kotabunan’.

Dalam kesempatan itu, Pendiri Kawan Perubahan, Irvan Basri mengatakan, diskusi mufakat perubahan ketiga kaum muda inti perubahan, di Kotabunan perlu menyalakan optimisme di ruang publik.

Menurut Ibas sapaan akrab Irvan Basri, pemuda tidak boleh minim kreatif, perlu keaktifan dan progresivitas meski berada pada era pandemi Covid-19.

“Kaum muda perlu menyalakan optimisme di ruang publik, tidak boleh mati gaya di era pandemi. Harus bekerja supertim yang kuat,” tutur nya saat membuka diskusi Mufakat Perubahan Ketiga.

Ia menjelaskan, diskusi perlu dilakukan sebagai wadah untuk membahas dan memecahkan isu-isu yang tengah hangat di masyarakat

“Diskusi ini adalah ruang belajar kita bersama. Dalam Mufakat Perubahan Ketiga ini kita ingin menggalakkan optimisme di ruang publik,” terangnya.

lanjutnya, diskusi lanjutan di wilayah Boltim masih terus digelar Kawan Perubahan dengan membahas isu-isu strategis di Timur Totabuan.

“Kita masih akan berputar-putar di Boltim, sesi empat mungkin di Desa Buyat atau Molobog,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kotabunan, Ahmad Alheid sebagai sebagai pembicara menyampaikan, masyarakat Kecamatan Kotabunan cukup akrab dengan isu-isu tambang. Diskusi yang difasilitasi Kawan Perubahan membuktikan sikap kritis komunitas yang peduli terhadap masalah yang timbul ditengah-tengah masyarakat.

“Generasi muda di Kecamatan Kotabunan cukup kritis. Contoh kasusnya, mereka langsung mendirikan forum Masyarakat Aliansi Lingkat Tambang (Malintang) ketika ada perusahan tambang yang mulai bereksploitasi di wilayah ini,” urainya.

Sedangkan. dua pemateri lainnya, Rikson Karundeng dan Putri Stevanie Kapoh, masing-masing memaparkan hasil penelitiannya tentang kehidupan tambang. Rikson fokus pada multi dampak tambang berdasarkan hasil penelitian di beberapa wilayah tambang. Sementara itu, Putri memaparkan tentang peran dan dampak perempuan serta anak di lingkungan pertambangan.

Andriansa Bonte selaku aktivis Aliansi Malintang, pada kesempatan itu juga menguraikan tentang latar belakang dibentuknya forum Malintang.

Menurut Andriansa, Aliansi Malintang saat ini berperan untuk menyuarakan keinginan masyarakat lingkar tambang yang menentang kebijakan perusahan tambang.

“Ada 11 tuntutan masyarakat lingkar tambang yang harus perusahaan di Kotabunan penuhi, ini harga mati,” ucap Andriansa Bonte.

Sementara, Wakil Ketua Dekab Boltim, Muhammad Jabir menyambut baik diskusi yang digelar Kawan Perubahan. Menurut politisi Partai NasDem ini, pihaknya terus mengawal tuntutan masyarakat lingkar tambang sesuai pada jalurnya.

“Saya akan menjadi orang terdepan dalam menuntut kebenaran. Dengan sikap profesional di garis dan jalur yang benar pula,” tegasnya.

Diakhir diskusi, Rifsan Makangiras selaku moderator mengutarakan, tema terkait tambang sengaja diangkat agar masyarakat khususnya para aktivis di lintas komunitas memahami persis seperti polemik tambang. “Untuk itu kami hadirkan narasumber-narasumber yang mengetahui kondisi yang ada di Kotabunan,” ujar Rifsan. (dim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.