Perangkat Desa di Bolmong Was-was

0
419

KLIK24.ID – Sejumlah Desa yang telah selesai melaksanakan pemilihan sangadi, saat ini harap-harap cemas, tidak mustahil setelah pelantikan Sangadi terpilih bisa diganti atau digeser. Banyak alasan para perangkat nantinya diganti atau digeser, bisa alasan politis, keterdekatan, kinerja ataupun keluarga.

Salah satu perangkat desa di Kecamatan Passi Barat mengaku ada rasa kuatir dirinya diganti, sebab pada pilsang lalu dirinya memilih calon yang masih ada hubungan keluarga. “Salah-salah no keluarga, kita gak mau hubungan saudara putus gara-gara politik,” keluhnya.

Walaupun beda pilihan politik, dirinya siap jika dipercaya menjadi salah satu perangkat. “Karena sudah diberikan tanggung jawab ya harus dilaksanakan dengan baik. Tetapi jika Sangadi  tidak memakai saya, ya harus siap juga,” tuturnya.

Tidak berbeda dengan perangkat desa di Kecamatan Passi Barat. Ia pasrah soal jabatan. Ia mengaku menyerahkan semuanya kepada Tuhan, apakah masih mau dipakai lagi atau tidak. “Terserah pada sangadi terpilih. Saat ini saya baru fokus pada pencarian tahap ke III. Saya tidak merasa kuatir, jabatan dan rejeki Tuhan so atur. Dan pilihan saya pada pilsang yang lalu hanya saya dan Tuhan yang tahu,” ucapnya dengan pasrah.

Sangadi terpilih Desa Muntoi, Yuliana Tunggali mengatakan semua harus mengikuti peraturan yang berlaku. Proses pilsang akan memasuki tahapan pelantikan, jadi dirinya akan fokus tahapan itu dulu. “Dirinya sebagai warga masyarakat biasa, sudah melakukan pendekatan ke masyarakat, baik itu perangkat maupun masyarakat biasa, agar tercipta kondusifitas Muntoi. Pilsang sudah selesai, Demokrasi berjalan dengan baik, saatnya kita membangun Muntoi,” ajaknya.

Yuliana mengatakan rencananya setelah pelantikan, dirinya  akan berkoordinasi dengan  sangadi Plt untuk mengundang para perangkat melakukan silaturahmi. “Saya mengajak perangkat untuk turut serta terlibat dalam membangun desa, dan memperbaiki kinerja,” imbaunya.

Sangadi terpilih Poppo Selatan, Jenny Moonik, S.Kebid.Ners mengatakan dirinya akan memberikan kesempatan para perangkat untuk bekerja. “Silahkan berprestasi dan mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah desa. Evaluasi perangkat akan dilakukan setalah 100 hari. Saya tidak gegabah mengganti perangkat, siapa yang tidak bekerja dengan  baik harus siap dievaluasi,” tegasnya. “Tentunya Saya akan buat tim yang solid, agar pelayanan kepada masyarakat lebih meningkat dan roda pemerintahan desa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Maslan Mokodongan, Pemerhati pedesaan mengatakan dasar hukum pengangkatan UU no 6/2014, PP No 43 Tahun 2014, Permendagri  No 83 Tahun 2014. “Perangkat desa ditunjuk oleh kepala desa setelah dikonsultasikan dengan camat atas nama bupati / walikota, perangkat desa hak preogratif dari Sangadi,” kata Maslan.

Maslan berujar, walaupun menjadi hak preogratif sangadi, Sangadi Terpilih nanti harus bijaksana, tidak boleh semena-mena memilih perangkat. Begitupun perangkat jika terpilih harus betul-betul bekerja mendukung Sangadi. “Perangkat desa itu pelaksana kebijakan sangadi, jadi harus mendukung dan taat perintah sangadi,” ujarnya.

Lanjut Maslan, dalam meminta rekomendasi camat, Sangadi harus melampirkan dokumen-dokumen pendukung calon perangkat, kredibilitas calon perangkat sangat menunjang kinerja Sangadi, terutama dalam pembuatan laporan kegiatan dana desa,” sambungnya. “Salah satu penyebab keterlambatan pencarian dana desa ditentukan pula dari kinerja perangkat,” urainya.(jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.