Liga Jerman Kembali Dibuka dan New Normal Di tengah Wabah Covid-19

0

 

(Martin Meissner/Pool via REUTERS)

KLIK24.ID -Liga Jerman menjadi kompetisi pertama di daratan Eropa yang kembali bergulir di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah penyesuaian mewarnai jalannya pertandingan perdana Liga Jerman, setelah ditangguhkan sejak Maret lalu.

Sejumlah hal ‘tak lazim’ terlihat dalam pertandingan lanjutan ke-26 Liga Jerman pada Sabtu (16/5) waktu setempat. Selain stadion-stadion yang kosong karena laga-laga tersebut harus dimainkan tanpa penonton, sejumlah penyesuaian mencolok harus dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat, seperti dilansir dari Republika.co.id

Setelah absennya penonton, hal lain yang dapat dengan mudah diamati adalah tidak diberlakukannya bersalaman antara para pemain sebelum sepak mula serta sesi foto bersama tim.

Selain itu maskot-maskot tim serta anak gawang kini juga dilarang mendampingi tim saat mereka memasuki lapangan.

Di tepi lapangan, para pemain cadangan kini harus duduk dengan berjarak dua meter. Opsi lain adalah mereka harus mengenakan masker saat bersiaga di bangku pemain pengganti. Para pelatih diizinkan melepaskan masker mereka untuk meneriakkan instruksi kepada para pemain di lapangan, namun mereka harus berjarak minimal 1,5 meter dari orang terdekatnya.

Para pemain kini juga harus mengurangi level spontanitas saat mereka mencetak gol. Hal itu diterapkan benar oleh pencetak gol pertama Borussia Dortmund saat mereka menang 4-0 atas Schalke 04, Erling Haaland.

Setelah mengemas gol pembukaan pada menit ke-28, penyerang Norwegia itu tetap menjaga jarak dari rekan-rekannya yang ingin merayakan gol. Contoh lain diberikan oleh Raphael Guerreiro yang mengemas dua gol pada laga tersebut. Ia merayakan gol yang dibukukannya dengan melakukan “tos siku” dengan rekan-rekan setimnya.

Ritual memberi salam kepada para penggemar setia di tribun belakang gawang juga tidak luput dilakukan oleh para pemain Dortmund seusai pertandingan. Mereka tetap memberi salam ke tribun yang biasanya menjadi “The Yellow Wall” yang kali ini kosong dari kehadiran para penggemarnya

Sementara itu dikutip dari CNnindonesia.com Dalam sebuah pidato pada Maret lalu, Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan pandemi virus corona (Covid-19) merupakan musibah terburuk setelah perang Dunia 2 dan berdampak sangat serius.

Ia melanjutkan pemaparan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, melarang keras aktivitas di luar rumah, termasuk penutupan seluruh pelayanan publik, sekolah, universitas, hingga kegiatan bisnis atau usaha, kecuali di bidang logistik dan kesehatan.

Serta pemberlakuan menjaga jarak 1,5 meter di tempat umum dan melarang adanya kegiatan yang melibatkan keramaian.

Hasilnya terlihat di pertengahan April, angka kasus positif mengalami penurunan.

Meski secara bertahap Jerman sudah melonggarkan penguncian wilayah (lockdown), tetapi negara itu berhasil mencapai tujuan awal mereka yaitu memperlambat penyebaran virus.

Dilansir The New York Times, kemajuan ini merupakan kombinasi antara kepemimpinan politik yang berhati-hati, didasari sains, sebaran pengujian, penelusuran kontak sosial, dan menjaga jarak telah memungkinkan negara melakukan pembukaan kembali dengan terkendali.

Saat wabah menyebar, Jerman menutup negaranya seawal mungkin dan secara sistematis menguji beberapa kemungkinan untuk bisa kembali ke kehidupan normal pasca wabah.

Hasilnya, kehidupan yang bersisian dengan virus tidak akan sama lagi dengan kehidupan normal sebelum infeksi ini melanda.

Kepada CNNIndonesia.com, mahasiswa Indonesia di Jerman yang kuliah di Eberhard Karls Üniversität Tübingen Jerman, Akhmad Fauzi Nugroho, merinci setidaknya ada beberapa kunci sukses bagi Jerman memerangi wabah virus corona.

Pertama soal keterbukaan dan ketepatan data dengan perhitungan statistik ke berbagai skenario terhadap sistem kesehatan yang dimiliki, semua berdasarkan data ilmiah dan presisi.

Kemudian latar belakang Merkel selain sebagai politikus, di masa muda ia tumbuh dengan dunia ilmu fisika kuantum. Setiap langkah yang diambil selalu didasarkan pada bukti ilmiah.

Peran para ahli virolog dari berbagai pusat penelitian, analis kesehatan, ahli biologis, dan analis pertahanan memberikan masukan dan arahan kepada pemerintah dalam koordinasi yang rapi.

Selanjutnya sistem kesehatan Jerman yang bagus, rapid test yang akurat dan massif. Kemudian jaminan pemerintah dalam memberi stimulus ekonomi pada sektor bisnis yang terdampak.

Terakhir adalah kepatuhan masyarakat terhadap protokol yang diberlakukan.

“Selama masa pandemi, kebanyakan masyarakat tinggal di rumah. Mereka keluar rumah hanya di halaman masing-masing. Sesekali juga ada yang melakukan rutinitas olahraga seperti jalan kaki di area olahraga terbuka, jogging. Sebagian restoran buka hanya diperbolehkan takeaway. Usaha warga dan layanan publik beralih ke layanan online, (itu) berlaku hingga sekarang,” ujar pria berusia 29 tahun itu.

Memasuki masa new normal, masyarakat menerapkan protokol kesehatan sebagai gaya hidup baru normal mereka.

Kebiasaan ini akan tetap berlaku setidaknya hingga vaksin virus ini berhasil ditemukan. Hal itu dimaksudkan karena sewaktu-waktu, gelombang lanjutan dari penularan bisa saja terjadi.

Masyarakat Jerman kini wajib mengenakan masker jika berada di pertokoan dan angkutan umum.

Interaksi sosial di restoran dan bar sudah diizinkan kembali, tetapi dibatasi dan setiap pelanggan harus berjarak sejauh enam kaki.

Masyarakat Jerman sudah terbiasa menjaga jarak sejauh enam kaki di tempat umum. Jadi saat negara kembali dibuka, aturan jarak sosial ketat ini akan tetap berlaku.

Banyak toko secara sukarela menyediakan cairan pembersih di depan pintu masuk, serta memasang pembatas kaca di kasir serta lantai untuk mengendalikan antrean.

Seluruh kelas di setiap sekolah di Jerman akan dibagi dua untuk memberi jarak para pelajar, dan mengetatkan aturan kebersihan

Pusat penitipan anak akan menerima asuhan lagi dengan memprioritaskan keluarga yang membutuhkan. Panti jompo hanya dapat menerima kunjungan oleh satu orang.

Dengan segala upaya pembukaan kembali, Merkel tetap memperingatkan bahwa negaranya masih berada di fase awal pandemi dan mereka akan berurusan dengan virus untuk waktu yang lama.

Diupdate dari situs Worldometers, pada Minggu 17 Mei 2020, pukul 08.15 WITA, jumlah penduduk Jerman yang tertular 176.247 orang dilaporkan dalam sehari ada 548 orang yang terinfeksi virus corona, dan membuat Jerman ada diurutan ke 8 di dunia kasus positif Covid-19.

Berikut daftar kasus covid-19 di sejumlah negara, yang diakses dari situs Worldometers.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.