PETI Potolo Tetap Beroperasi, Polres Kotamobagu Kembali Amankan Alat Berat

0
Alat berat yang diamankan.

KLIK24.ID – Kegiatan penambangan emas dengan menggunakan alat berat Eskavator di Lokasi Pertambagan Emas Tanpa Ijin (PETI) Potolo, Desa Tanoyan Selatan Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow, masih terus beroperasi. Padahal, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Royke Lumowa pada Selasa 17 Maret 2020 lalu, telah melakukan penertiban.

Menanggapi adanya laporan masyarakat tentang aktifitas alat berat, Kepolisian Resort (Polres) Kotamobagu langsung meninjau tempat dan ternyata benar, ada satu unit alat berat sskavator melakukan aktifitas penambangan.

Kasubag Humas Polres Kotamobagu, Iptu Rusman M Saleh menjelaskan, Sabtu 11 April 2020, tim penyidik telah menemukan alat berat berada di perkebunan Potolo atas informasi dari masyarakat.

Dia juga menambahkan, tim penyidik dan penyidik pembantu, menemukan alat tersebut pada saat melaksanakan giat pemasangan pamlet di lokasi Tambang milik Stenly Wuisang. “Penyidik dan penyidik pembantu pada saat itu melaksanakan giat pemasangan pamlet di lokasi tambang milik Stenly Wuisang, dan saat itu kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di lokasi tersebut sudah masuk alat berat untuk melakukan kegiatan tambang,”ungkapnya.

Setelah melaksanakan pemasangan Pamflet, Tim Polres Kotamobagu langsung melaksanakan pencarian alat berat tersebut dan berhasil menemukanya. “Selanjutnya polres melakukan pemasangan garis polisi (Police Line) dan melakukan lidik untuk mengetahui siapa pemilik alat tersebut. Sementara saat ini, alatnya sudah disita. Setelah hasil penyelidikan sudah lengkap. Akan dibuat gelar akan dinaikkan ke tingkat penyidikan,” jelas Rusman.

Seperti diketahui, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Royke Lumowa telah membuktikan ucapanya untukmenutup aktifitas penambangan menggunakan alat berat di puncak Potolo, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan.

Saat melakukan kunjungan ke Lokasi Potolo, Kapolda Sulut serta jajaran, didampingi Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow dan Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara.

Kapolda Sulut menegaskan, sudah menyiapkan dua cara dalam menanggani permasalahan PETI di Bolaang Mongondow, terlebih khusus yang ada di Potolo, Desa Tanoyan Selatan. “Kita sudah siapkan dua cara penegakan hukum tambang illegal. Untuk yang mengunakan alat berat itu harga mati ditindak tegas, yang pemodal besar tidak ada alasan, tidak ada perlindungan bagi mereka,”kata Kapolda dilansir dari redaksisulut.com.

Dia menambahkan, mereka yang sudah merusak lingkungan pertama dan paling besar selama 4 tahun ini. “Maka saya sampaikan yang ada di Potolo ujung tadi, semua tidak boleh beroperasi. Di police line, saya pikir gampang menindak mereka, cegat di pasar, droping airnya di stop, dan bahan makanan di stop. Sekarang matahari hanya satu, kapolda tidak berat sebelah dan tidak memihak pada yang illegal, ini bukan hanya omongan saya tapi kenyataan,” tegasnya.

Disisi lain penambang tradisional yang mengunakan tromol, Kapolda Sulut mengakui akan melakukan pendekatan dan mencarikan solusi terbaik sehingga aktifitasnya resmi. “Untuk tradisional akan dilakukan sosialisasi, pendekatan dan kami bantu agar aktifitasnya legal. Tadi juga kami sudah melakukan sosialisasi dan masyarakat mulai paham dan menerima, bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah,” jelasnya.

Kapolda juga akan berupaya mencarikan solusi bagi para petambang. “Kita akan carikan solusi supaya penambang tradisional ini bisa memilik tempat sendiri, seperti Wilayah Pertambangan Rakyat, biar kerjanya aman tidak main kucing kucingan dengan aparat,” ujarnya.

Diketahui bahwa, kunjungan Kapolda Sulut ke Lokasi Potolo pada Selasa 17 Maret 2020 lalu, sempat diwarnai aksi penghadangan oleh ratusan masyarakat yang berada di Pasar Desa Tanoyan Selatan. (mg45)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.