Ekonomi Syariah Tingkatkan Ekonomi Umat

0
Danny Pointoh

KLIK24.ID — Geliat ekonomi syariah di tanah air terus menunjukan tren peningkatan yang luar biasa. Hal ini terlihat dari makin banyaknya lembaga keuangan, baik bank maupun non bank yang mendirikan unit usaha dengan layanan syariah. Pun didukung oleh kesadaran masyarakat serta pengetahuan akan pentingnya bersyariah. Khususnya ekonomi syariah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotamobagu Yusuf Dani Pontoh, menilai persaingan di bidang ekonomi di tanah air sudah sedemikian kompetitif, maka keberadaan sistem ekonomi syariah bisa dijadikan alternatif.

“Perkembangan sistem ekonomi syariah saat ini bukan untuk menyaingi sistem ekonomi yang sudah ada, namun berfungsi sebagai penutup kekurangan terhadap sistem ekonomi yang sudah ada sebelumnya. Sistem ini didasarkan pada agama Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam, tidak hanya untuk umat Islam saja, tapi juga untuk seluruh makhluk yang ada di muka bumi,” ungkap Ust Dani, Kamis (25/7).

KLIK JUGA: Persediaan Buku Dinilai Tak Lengkap, Pengunjung Gramedia Kotamobagu Kecewa

Sementara itu, kalangan akademisi Vidi Jayanti Damongayo,SE.I menilai, salah satu sektor ekonomi syariah yang sangat mampu berperan meningkatkan ekonomi masyarakat yaitu melalui instrumen ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh dan  Wakaf). “Jika dikelolah dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan instrumen tersebut bisa menuntaskan kesenjangan sosial masyarakat,” kata Viji.

Pada kesempatan lain, Pimpinan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Kotamobagu, Adhan mengatakan sebagai salah satu lembaga keuangan syariah di Kotamobagu, BSM terus berperan memajukan ekonomi syariah lewat produk perbankan yang semua berlandaskan sistem syariah.

“Baik produk simpanan maupun pembiayaan, semuanya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Dan BSM menitikberatkan bahwa setiap transaksi ada zakat yang dibayarkan,” kata Adhan.

Salah satunya contoh kecil peran BSM dalam memajukan ekonomi syariah menurut Adhan yaitu bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kotamobagu dalam hal pembayaran ZIS (Zakat, Infaq dan Sodaqoh) untuk optimalisasi potensi dan menghimpun ZIS melalui fitur pembayaran non tunai, QR Pay.

“Zakat yang telah dihimpun nantinya akan disalurkan kepada masyarakat sesuai peruntukannya. Ada program Didik Umat, untuk membantu anak-anak yang kurang mampu dalam menyelesaikan pendidikan. Kemudiaan Mitra Umat, menyalurkan pembiayaan kepada para mustahik (penerima zakat) tanpa margin. Dan terakhir ada Simpati Umat, yaitu penyaluran melalui masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti rumah sakit, korban bencana alam dan lain-lain,” terang Adhan. (gan/gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.