Cegah Prostitusi Online di BMR

0
250
Ilustrasi

KLIK24.ID – Prostitusi online belum tuntas dibasmi. Pengungkapan kasus beberapa waktu lalu di sejumlah tempat di Sulawesi Utara (Sulut), belum jadi akhir. Ancaman pun mengarah ke wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Antisipasi dini dan fungsi kontrol orangtua wajib ketat.

Sebelumnya, dua remaja perempuan ditangkap Tim Tarsius Wilayah Timur Polres Bitung di salah satu hotel saat sedang menunggu pria hidung belang. Kedua remaja inisial HR, 17 dan SP, 17 bersama AW, WA dan DS masingmasing berusia 20-an tahun kini harus diproses hukum. Informasi yang didapat, HR dan SP bersama ketiga rekannya bertolak dari Manado menuju Kota Bitung menggunakan mobil mini bus dengan nomor polisi DB 1421 LO, Rabu (3/7) lalu.

Mereka kemudian menyewa dua kamar di salah satu hotel di Kecamatan Maesa dan mulai mencari calon pelanggan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp (WA) serta MiChat (MC). “Kasus ini terungkap dari laporan warga serta pantaun tim di Medsos tentang adanya sejumlah akun yang menawarkan jasa esek dengan memajang foto HR dan SP,” kata Kanit Tarsium Wilayah Timur Polsek Maesa, Ipda Tuegeh Darus. Setelah ditelusuri, kata Tuegeh, HR dan SP bersama tiga rekannya yang bertugas mejajakan atau mencari pelanggan. “Dari tangan pelaku disita puluhan kondom, handphone dan uang serta mobil yang digunakan dari Manado,” katanya. Rupanya, kata Tuegeh, dari pengakuan HR dan SP serta ketiga rekannya, mereka sudah sering beroperasi di wilayah Manado serta datang ke Kota Bitung untuk memenuhi pesanan yang diterima via WA dan MC. “Dari hari pertama sampai diamankan, HR dan SP mengaku sudah melayani sembilan orang pria hidung belang dengan tarif Rp900 ribu untuk short time,” katanya. HR dan SP serta ketiga rekannya kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Maesa. “Masih terus didalami dan mereka sementara diperiksa penyidik,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan, peran orang tua atau keluarga sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus ke perilaku yang negatif. “Baik itu mabuk-mabukan dan seks bebas. Ini memang penting untuk diperhatikan secara bersama,” kata Pangkong. Lanjut dia, pergaulan anakanak remaja saat ini memang perlu dikontrol. Pasalnya, pergaulan yang buruk akan berpotensi membawa prilaku anak melakukan hal-hal yang tidak terpuji. “Ini banyak terlihat. Karena buruknya lingkungan pergaulan, si anak jadi terpengaruh dan mengikuti melakukan tindakan negatif,” ujarnya. Terkait masih adanya kasus prostitusi online, Pangkong mengatakan, hal tersebut sangat berkaitan dengan lingkungan pergaulan anak yang tidak baik. “Makanya, kita harus menunjukkan peran bersama, baik lingkungan sekolah, universitas, tokoh agama dan lainnya, agar kasus-kasus kriminalitas yang melibatkan anak-anak bias ditekan,” tandasnya.

KLIK JUGA: Disuruh Cari Pekerjaan, Suami Balas Aniaya Istri dengan Sendok

Pun, di Tomohon, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon mengamankan terduga pelaku prostitusi via aplikasi online smartphone. Sang pelaku diamankan di bilangan Paslaten Satu Tomohon Timur, Sulawesi Utara, tepatnya dalam kamar hotel di Kota Tomohon, Jumat (05/07) pukul 23.00 Wita. Pada kasus ini Komandan Tim URC Totosik Bripka Yanny Watung menerangkan, setelah mendeteksi percakapan lewat aplikasi. Mereka melakukan pengembangan bahan keterangan yang diperoleh tentang adanya sindikat prostitusi online via aplikasi itu. Mereka beridentitaskan lelaki inisial KL alias Eydi (19) warga Winangun Kota Manado, berada di parkiran hotel menunggu kedatangan tamu. Tamu mem-booking terduga perempuan diketahui berinisial SRT alias Eren (14). Ia merupakan warga salah satu kelurahan di bilangan Karombasan Utara, Manado, Sulawesi Utara. “Tim langsung menuju sasaran dan mendapati terduga perempuan berada dalam kamar. “Terduga lelaki didapati di parkiran hotel sedang menunggu pelanggannya,” katanya. Setelah mendapat interogasi awal dari terduga perempuan, mengatakan, sebelum kedatangan tamu untuk bercinta saat itu, ia sudah melayani 2 tamu lainnya di hotel tersebut. Tim URC Totosik mengamankan kedua terduga serta barang yang diduga menjadi barang bukti melakukan prostitusi berupa alat kontrasespi yang sudah terpakai dan belum terpakai. Juga uang hasil transaksi prostitusi serta HP yang digunakan untuk melancarkan komunikasi prostitusi online. Interogasi dari terduga lelaki bahwa dia telah kurang lebih setahun bergelut di dunia sebagai mucikari transaksi prostitusi online. Ia menargetkan upah 10 persen dari hasil prostitusi tersebut. Terpisah Kasat Reskrim AKP Ikhwan Sukri SH SIk lewat Kanit III Sentra Pelayanan Kepolisian Milik Polres Ipda Janny Bajak STh, membenarkan kasus ini. “Langsung menyerahkan ke Piket Reskrim untuk proses lanjut,” katanya.(bbs/erb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.