‘Bos’ Tambang Lokasi Simbalang Belum Diproses?

0
17
Kapolres AKBP Irham Halid saat menggelar konferensi Pers.

Klik24.id, BOLTIM — Hukum seringkali tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Paling tidak ini terlihat pada penanganan kasus dugaan penambangan illegal di kawasan hutan Simbalang, kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang kini ditangani Polres Boltim. \

Pasalnya, penyidik belum juga bisa mengamankan para pemilik lubang/lokasi tambang. Justru, hanya mempidanakan para pekerja yang aparat temukan di lokasi saat penertiban 18 Agustus, lalu.

Pada konfrensi Pers, Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid, didampingi Kasat Reskrim AKP Sahroni, mengumumkan kesepuluh pekerja tambang yang sudah diamankan lebih dari sebulan di sel Polres, kini berkasnya sudah P21 dan dinyatakan siap diserahkan ke Kejaksaan untuk proses penuntutan.

“Selanjutnya kita akan serahkan para tersangka ini ke Kejari Kotamobagu untuk menjalani penuntutan,” tegas Irham.

Kapolres sempat menuturkan kronologi penangkapan 10 tersangka, dan satu diantaranya diduga merupakan pemilik lubang atau pemilik kongsi. Sehingga akan ada pemisahan berkas perkara terhadap oknum CPR sebagai terduga pemilik konsi dan JP dan kawan-kawan merupakan pekerja biasa.

“Perlu dijelaskan bahwa berkas perkara Nomor BP/21/IX/2021/Reskrim, tanggal 10 September 2021, atas nama tersangka CDR dkk dipisahkan menjadi dua berkas perkara atau splitsing karena salah satu dari para tersangka adalah pemilik lubang galian rep sekaligus kepala kongsi,” jelas Irham.

Kapolres juga menegaskan tengah membidik para pemodal atau ‘bos-bos’ para penambang illegal di Simbalang. yang telah mendanai aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang dilakukan oleh para penambang yang telah ditetapkan tersangka oleh penyidik. “Kita akan kembangkan siapa saja para pemodal atau penujang dalam aktivitas PETI yang dilakukan para pekerja yang sudah ditetapkan tersangka ini,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, para tersangka dikenakkkan Pasal 158 undang-undang RI No 3 tahun 2020 sebagaimana perubahan atas UU RI No 4 tahun 2019 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

“Dan pasal 17 ayat (1) b, pasal 89 ayat (1) huruf a. Undang-undang No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan, perambahan dan pengrusakan hutan (P3H),” ucap Irham Halid.

Perwira menengah yang sudah dua tahun lebih bertugas di Botim ini juga menegaskan tengah membidik para pemodal atau ‘bos-bos’ para penambang illegal di Simbalang. Mereka diduga mendanai aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang dilakukan oleh para penambang yang telah ditetapkan tersangka oleh penyidik. “Kita akan kembangkan siapa saja para pemodal atau penujang dalam aktivitas PETI yang dilakukan para pekerja yang sudah ditetapkan tersangka ini,” tegas Irham. (mat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.