Keanekaragaman Hayati Bolsel Melimpah, Kajian Konservasi Penanggulangan Bencana

0
TERKESAN: Peneliti muda WCS Program Indonesia, DR Sheherazade dan beberapa lokasi yang dilakukan penelitian. (ist)

KLIK24.ID — Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bekerja sama dengan Wildlife Concervation Society Indonesia Program (WCS-Indonesia Program), sejak 14–20 Oktober 2020 baru-baru ini  menggelar  kajian konservasi, sebagai upaya penanggulangan berbagai masalah bencana terutama banjir dan tanah longsor yang beberapa waktu lalu melanda daerah ini.

Penyusunan kajian ini akan menjadi dokumen Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan didaerah atau yang lebih dikenal sebagai dokumen Nilai Konservasi Tinggi/High Concervation Value.

NKT (Nilai Konservasi Tinggi) didefinisikan sebagai proses lengkap dalam mengidentifikasi daerah yang bernilai konservasi dan pengembangan manajemen dan melakukan monitor terhadap rencana untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang diidentifikasi dipertahankan atau ditingkatkan.

Setiap kawasan lindung atau konservasi ditetapkan dengan tujuan untuk mempertahankan fungsi-fungsi ekologis khusus ataupun mempertahankan ciri khas lainnya, meliputi keanekaragaman hayati, perlindungan sumber air, populasi satwa yang langka dan mampu bertahan hidup atau kombinasi diantaranya.

Kepala Bappelitbangda Bolsel, Harifin Matulu SPd MAP, mengatakan, selama ini WCS-Indonesia Program selalu mendukung pelaksanaan kegiatan perencanaan khususnya kajian konservasi yang dilakukan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Bolsel. “Tentunya sangat berterima kasih kepada WCS Indonesia Program karena selalu hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan perencanaan kami,” katanya.

Lanjut menurutnya,  pelaksanaan kajian ini nantinya akan mendukung dan sangat terikat erat dengan penyusunan dokumen perencanaan lainya seperti Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3LH) dan termasuk dokumen perencanaan lima tahun daerah yang akan digagas pada tahun depan yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Potensi kekayaan biodiversitas di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sungguh beragam dan melimpah, ini menunjukan bahwa pemerintah daerah serta masyarakat sangat peduli karena telah mampu memberikan perhatian terhadap masalah-masalah konservasi, seandainya daerah ini dapat mempertahankannya maka tidak menutup kemungkinan pada beberapa tahun yang akan datang daerah ini bakal menjadi tujuan riset keanekaragaman hayati baik secara nasional maupun internasional,” imbuh salah seorang peneliti muda WCS Program Indonesia, DR Sheherazade.

Ditambahkannya pada beberapa lokasi hasil peninjauan secara langsung, terdapat jenis-jenis margasatwa kunci yang endemik, ini menunjukkan betapa daerah ini dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah dan perlu untuk diperhatikan baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah sendiri, bahkan doktor ramah dan cantik lulusan Universitas Florida ini mengaku sangat terkesan.  ‘’Mungkin Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan adalah yang pertama melakukan kajian seperti ini di tingkatan pemerintah daerah seluruh Indonesia,” tutup peneliti yang juga menjabat sebagai Presiden Tambora Muda Indonesia dan menjadi salah satu perempuan di Indonesia yang menerima penghargaan Perempuan Penyelamat Bumi versi Majalah Tempo Tahun 2020. (zip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.