Samsudin Warga Bolmut Jadikan Sampah Plastik Bernilai Rupiah

0
78

Samsudin Lauma (59) warga desa Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bisa sosok yang bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan.  (Foto Fandri Mamonto)

KLIK24.ID- Rabu (26/8) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita tampak Samsudin dengan kendaraan motornya. Dengan memakai topi merah Samsudin mengendarai motor dengan pelan. Matanya menatap ke kiri dan kanan jalan, sepanjang jalan trans Sulawesi di desa Bolangitang satu, Kecamatan Bolangitang Barat.

Sejenak Samsudin berhenti. Motornya yang memuat sampah plastik yang sudah terisi dalam tas dan kardus diparkirnya dipinggir jalan, depan rumah warga. Lalu dirinya berjalan sambil membawa karung berwarna putih dan mengumpul sampah-sampah botol plastik dipinggir jalan.

Setelah dirasa sudah selesai, dirinya melanjutkan perjalan kebeberapa tempat. Termasuk tempat pembuangan sampah warga. Bahkan sesekali dirinya bercerita dengan warga yang lewat.

Ada juga warga yang memberitahukan tempat botol sampah plastik. Samsudin tanpa alas tangan dirinya memungut sampah.

Baginya hal ini sudah biasa. “Sudah seperti ini walaupun tanpa alas tangan. Mudah-mudahan dijauhkan, karena saya minta ini rezeki dari atas Allah SWT,”ujarnya saat ditanya tentang resiko rentan terkena penyakit.

Tampak Samsudin saat mengumpulkan sampah.

Menurutnya, sebelum dan sesudah mengumpulkan sampah, dirinya mencuci tangan. “Ya, biasanya cuci tangan pakai minyak tanah, baru selanjutanya saya jalan,”jelasnya.

Kegiatan mengumpulkan sampah menurut lelaki yang memilki enam anak ini sudah dilakukan sejak setahun lebih. “Biasanya saya berangkat setelah subuh, selanjutnya sampai pukul 10.00 Wita. Lanjut lagi siang jam satu pulang sampai jam tiga sore,”tuturnya.

“Dari Boroko biasa saya sampai ke Bohabak (Kecamatan Bolangitang Timur) melakukan kegiatan seperti ini,”bebernya.

Sampah plastik ini memang ada yang beli. Saat ini per kilo bisa mencapai 800 rupiah. “Dalam sehari biasanya saya dapat menghasilkan 30 kg sampai 35 kg. Seminggu bisa mencapai 200 kg. Kalau penghasilan bisa juga mencapai Rp100 lebih dalam 15 hari dan bahkan bisa mendapatkan Rp70-80 ribu dalam seminggu,”jelasnya terkait penghasilan tidak menentu.

Saat ditanya apakah selama Covid-19 tetap melakukan aktivitas biasa, dirinya menuturkan tetap seperti biasa. “Tetap kegiatan seperti biasa mengumpulkan sampah, tidak apa-apa, tapi tetap semoga dijauhkan,”ujarnya.

Dirinya berpesan, jangan membuang sampah sembarangan, lebih baik sampah dikumpulkan. “Biar nanti saya yang ambil sampah-sampah tersebut,”harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.