Budidaya Udang Vaname dan Pengembangan Kawasan Minapolitan di Bolmut (Bagian II)

0
Kawasam Minapolitan Tanjung Sidupa Teluk Buko, Kecamatan Pinogaluman. (Foto Fandri Mamonto)

KLIK24.ID- Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena mengakui jika pembangunan berbasis riset masih rendah di daerahnya. Walaupun menurutnya selama ini sudah menjalin kerjasama bahkan dalam bentuk MoU dengan perguruan tinggi.

“Tapi terkait riset belum nampak. Tentu masalah pembiayaan menjadi perhatian kita,”ujarnya.

Menurutnya riset penting sebagai studi kelayakan dalam hal yang menjadi unggulan daerah, baik sektor perikanan dan kelautan hingga pertanian. “Apalagi perencaanaan saat ini sudah berbasis IT, dan membutuhkan peningkatan SDM
salah satunya juga riset,”papar Lasena.

“Sehingga Bapelitbang kedepannya bukan hanya fokus pada perencanaan dan pembangunan,” dirinya menambahkan.

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena Saat Diwawancarai.

Terkait udang vaname, Lasena menjelaskan pemerintah daerah terlebih dahulu menyiapkan lahan. “Nanti yang akan melakukan survey terlebih dahulu ada dari pemerintah pusat ,”ujarnya.

Hanya saja sesuai informasi dari kementrian kelautan dan perikanan berdasarkan foto satelit Bolmut sangat cocok dalam pengembangan udang Vaname. “Apalagi Bolmut berbatasan dengan laut bebas dan kadar air laut bagus,”jelasnya.

Dirjen Perikanan Budidaya Kunjungan Ke Lokasi Tambak Udang Vaname di Desa Iyok Kecamatan Bolangitang Barat. (Foto Moh Firmansyah Goma)

“Sebagai langkah awal pemerintah daerah menyiapkan 10 Ha lahan terkait udang vaname. Tambak ini untuk awal sebagai percontohan. Apakah akan dikelola oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, nantinya pada tahun 2021,”ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmut Asripan Nani mengungkapkan pembangunan berbasis riset memang masih minim. “Ada beberapa hal yang menjadi kendala, yaitu SDM dan SKPD yang belum fokus,”ujarnya Senin (7/9/2020).

Ditanya terkait anggaran riset, dirinya menuturkan pemerintah daerah soal anggaran riset sebenarnya tidak jadi masalah. “Jika SKPD benar-benar fokus
melakukan program mereka berbasis riset,”ungkapnya.

 

Asripan menjamin jika program yang ditawarkan oleh SKPD sudah berbasis riset maka pihaknya akan langsung menerima program tersebut. “Karena sudah ada penelitian terlebih dahulu,”tuturnya.

Sekda Asripan Nani Saat Diwawancarai Terkait Kebijakan Berbasis Riset.

“Jika dinas tersebut ingin mengembangan program unggulan harus bisa melihat
dampaknya, baik perekonomian masyarakat hingga lingkungan. “Hal Ini dapat dilakukan dengan kajian-kajian riset yang dilakukan,”tambah Sekda.

Disisi lain sekretaris dinas kelautan dan perikanan Bolmut Adler Manginsoa menuturkan terkait program udang vaname belum memiliki riset. Hanya saja pihaknya sudah melakukan studi tiru terkait udang vaname yang dilakukan di Kabupaten Pasang Kayu.

“Dengan studi tiru tersebut kami melihat kesamaan yaitu aspek teknis, ekologis dan aspek sosial. Studi tiru tersebut juga bagian dari
kerjasama Utara-utara,”jelasnya.

Walaupun demikian Manginsoa mengatakan riset pernah dilakukan pada tahun 2011 oleh Universitas Samratulangi. “Terkait studi pengembangan minapolitan di Kabupaten Bolmut,”ujarnya Kamis (27/8/2020).

Kawasan Minapolitan Tangkap Tanjung Sidupa. (Foto Fandri Mamonto)

Dikatakannya, riset tersebut dalam mendukung Kabupaten Bolmut ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. “Setelah ditetapkan sebagai kawasan mina politan, beberapa bantuan dari pemerintah pusat datang dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan Bolmut,”jelasnya.

 

Manfaat dari kawasan minapolitan, adalah kelanjutan program tersebut Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). “Dengan program PUMP desa-desa yang masuk mendapat perhatian dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir,”tuturnya.

“Riset tersebut bermanfaat sampai saat ini, termasuk ditetapkannya Kecamatan Pinogaluman sebagai wilayah perikanan. Dan termasuk sampai saat ini dimana pengembangan udang vaname,”tambahnya.

Sekedar diketahui berdasarkan pelaporan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan CV. Sulfana Jaya. Letak geografis wilayah yang berhadapan dengan Laut Sulawesi (WPP RI 716) yang kaya akan berbagai jenis ikan (demersal, udang, pelagis besar dan pelagis kecil) dan keberadaan teluk Buko
serta beberapa teluk kecil lainnya.

Hasil Produksi Perikanan Budidaya di Kabupaten Bolmut.

Penyusunan masterplan Minapolitan Tanjung Sidupa merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam membangun daerah lewat sektor perikanan sekaligus merespons penetapan dari pemerintah pusat bahwa Kabupaten Bolmut merupakan salah satu daerah pengembangan minapolitan di Provinsi Sulawesi Utara.

Pada tahun 2010, Kabupaten Bolmut merupakan salah satu dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara yang ditetapkan untuk mengembangkan kawasan minapolitan lewat SK Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No KEP.32/MEN/2010 tentang penetapan kawasan minapolitan pada 197 kabupaten dan kota di 33 Provinsi.

Pengembangan kawasan-kawasan tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2010-2014. Tujuh kawasan di Provinsi Sulawesi Utara yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan adalah Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kota Bitung dan Kota Manado.

Tujuan utama penyusunan masterplan kawasan minapolitan Tanjung Sidupa adalah mengembangkan kawasan Minapolitan tangkap Tanjung Sidupa sebagai kawasan ekonomi unggulan yang dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi di daerah untuk kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya nelayan dan keluarganya serta meningkatkan kelestarian lingkungan.

Budidaya Udang Vaname dan Potensi Lobster Serta Udang Putih

Tahun 2020 Kabupaten Bolmut selain produksi udang vaname mencapai 7,2 ton. Memiliki potensi disektor perikanan tangkap udang lobster dan udang putih. Pada tahun 2020 ini berdasarkan data bidang perikanan tangkap dinas kelautan dan perikanan Bolmut produksi udang lobster mencapai 6.000 kg atau enam ton.

Hasil Produksi Udang Lobster Tahun 2020.

Salah satu pembudidaya udang lobster Noris Tumuhu menuturkan dirinya tetap akan bertahan pada budidaya lobster air laut. “Alasannya karena lobster air laut lebih menjanjikan dan salah satu komoditas perikanan yang laris diburu oleh
peminat semua kalangan,”tuturnya saat ditanya apakah akan berpindah ke pengembangan udang vaname.

“Dan tiap tahunnya mengalami peningkatan, lobster air laut memiliki nilai ekonomis yang tinggi dibanding lobster air tawar. Karena lobster air laut merupakan komoditas ekspor,”dirinya menambahkan.

Lokasi Pemeliharaan Lobster Milik Noris Tumuhu. (Foto Noris Tumuhu)

Noris menuturkan mekanisme pemeliharan atau budidaya mudah, bisa menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) bisa juga menggunakan bak beton.

“Dan pemeliharaanya tidak susah, kalau budidaya dalam skala besar bisa pengadaan bibit atau benih lobster dari agen budidaya khusus benih lobster,
kalau saat ini skala menengah kebawah boleh memanfaatkan nelayan yang ada,”tuturnya.

“Lobster air laut juga memiliki size yang jauh lebih besar dari air tawar, rasa dan nilai gizi lebih tinggi,”tambahnya.

Hasil Produksi Udang Putih di Kabupaten Bolmut.

Sementara itu untuk produksi udang putih sampai pada tahun 2020 ini mencapai 4.060 kg. Sehingga dengan potensi-potensi yang ada kedepannya selain budidaya udang vaname sektor perikanan dan kelautan lainnya dapat diperhatikan dalam pengembangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.