Budidaya Udang Vaname dan Pembangunan di Kawasan Utara Sulawesi (Bagian I)

0
Kawasan Minapolitan Tanjung Sidupa Yang Berada di Teluk Buko, Kecamatan Pinogaluman. (Foto Fandri Mamonto)

KLIK24.ID- Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada 25 September 2020, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ir Slamet Soebjakto M.Si mendorong empat Kabupaten yang tergabung dalam Badan Kerjasama Utara-utara (BKSU) untuk
memiliki konsep pembangunan berbasis kawasan.

Empat Kabupaten tersebut adalah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo Utara dan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo serta Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah dan di dalamnya Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Menurut Soebjakto visi ke depan BKSU adalah membangun sektor perikanan. “Khusunya dalam tambak udang, kami akan mendukung. Tentu bukan hanya soal tambak udang saja,” kata dia.

Dikatakannya Kabupaten yang tergabung dalam BKSU hampir mempunyai tipologi yang sama, komoditas dan potensi hampir sama. Sehingga di kawasan tersebut pengembangan tambak udang sangat memungkinkan. Namun dia mengingatkan
agar budidaya air tawar tidak dilupakan.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ir Slamet Soebjakto M.Si Saat Berkunjung ke Bolmut. (Foto Moh Firmansyah Goma)

Soebjakto mengatakan bahwa target nasional nilai ekspor udang adalah 250 persen pada tahun 2024. “BKSU nantinya bisa ekspor berapa terkait udang. Maka konsep pembangunan berbasis kawasan harus segera dipirkikan sehingga tahun
2024 memiliki sasaran,” kata dia.

Ke depan, dia meminta, empat Kabupaten yang tergabung dalam BKSU fokus menyusun road map dan grand desain. Sehingga nantinya program ini bisa dimasukkan dalam RPJMN Bappenas.

Dikatakannya Bolmut memiliki potensi perikanan budidaya, termasuk tambak. Selain itu kawasan ini sangat cocok dengan program milineal shrimp farming cluster. Kementerian kelautan dan perikanan akan memprioritaskan terkait perikanan budidaya di empat kabupaten yang tergabung dalam BKSU.

Kunjungan ke salah satu tambak Udang Vaname di desa Iyok, Kecamatan Bolangitang Barat. (Foto Moh Firmansyah Goma)

Sementara itu Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena mengatakan tujuan dari BKSU ini adalah untuk mendorong akselerasi pembangunan di kawasan utara Sulawesi.

Sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memelihara kelestarian sumberdaya alam serta ingkungan,” kata Amin.

Menurutnya kegiatan dalam mendorong dan mempercepat pembangunan di kawasan utara-utara pulau Sulawesi, di antaranya pengembangan peternakan sapi potong, pengembangan potensi pariwisata dan program bidang perikanan
budidaya melalui pengembangan udang vaname.

“Terkait dengan pengembangan udang vaname, kami dari badan kerja sama utara-utara siap mendukung program dari kementerian kelautan dan perikanan,”jelasnya.

Dikatakannya total lahan di wilayah BKSU yang tersedia adalah 3.500 hektar, jika luas lahan tersebut dimaksimalkan untuk budidaya udang Vaname dengan tingkat produksi per tahun 70 Ton per hektare maka akan menghasilkan produksi udang sebanyak 245.000 ton per tahun.

Lahan Persiapan Udang Vaname Oleh Empat Kabupaten di BKSU.

“Jika kita mengansumsikan harga rata-rata udang di pasar saat ini yakni Rp75.000 per perkilogram, maka uang yang beredar pertahun adalah sejumlah Rp18.375.000.000.000,” papar Amin.

“Sehingga daerah ini menjadi sentra pengembangan udang Vaname di kawasan utara pulau Sulawesi yang merupakan kawasan strategis nasional perbatasan,” dia menambahkan.

Dalam pertemuan sebelumnya sekretaris Jenderal BKSU Dr. Fachrudin Zain Olilingo, M.Si, mengungkapkan, empat Daerah BKSU akan mulai mengekplorasi potensi bidang perikanan dan kelautan. “Salah satu komoditi perikanan yang akan fokus dikembangkan adalah pembudidayaan udang vaname,”ujarnya.

Dikatakannya alasan dipilihnya udang vaname sebagai komoditi bidang perikanan yang akan dikembangan tidak lepas dari potensi daerah dalam pengembangan udang tersebut. “Selain itu pengembangan Udang Vaname juga merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tutur dosen Fakultas Ekonomi UNG ini.

Menurutnya dukungan pangsa pasar yang terbuka luas, proses budidaya sekitar empat bulan serta perolehan yang cukup menguntungkan petani juga menjadi pertimbangan pemilihan Udang Vaname. “Sebagai tindak lanjut dalam penetapan program pengembangan bidang perikanan dan kelautan tersebut, BKSU bersama UNG akan mulai fokus dalam pengembangan master plan budidaya udang vaname,”bebernya.

Nantinya pengembangannya juga akan melibatkan PUMP, serta membentuk tim taskforce melibatkan para ahli perikanan masing-masing daerah. “Yang akan menyusun strategi dalam mencapai target produksi udang vaname,”jelasnya.

Rapat Kerja Program Unggulan BKSU di Kabupaten Bolmut. (Foto Moh Firmansyah Goma)

Ditanya tentang master plan terkait pembangunan berbasis kawasan, Olilingo mengatakan bahwa saat ini masih memilki kendala terkait anggaran. “Di mana bagaimana mengangarkan dalam satu kesatuan apalagi dengan tiga Provinsi. Sehingga alangkah baiknya dari kementerian kelautan dan perikanan apakah bisa dianggarkan terkait pembangunan berbasis kawasan,”tuturnya.

“Kami perguruan tinggi siap dalam hal pengembangan riset terkait master plan pembangunan berbasis kawasan,”bebernya.

Budidaya Udang Vaname : Diperlukan Kajian Berkelanjutan di Kabupaten Bolmut

Dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, MP mengatakan budidaya udang vaname dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Karena Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki potensi tambak seluas 820 Ha, yang tersebar di enam Kecamatan,”ujarnya.

Lahan Tambak Berdasarkan Kecamatan di Bolmut.

Menurut Yuniarti besarnya luasan tambak yang ada di Bolmut merupakan modal besar dalam pengembangan budidaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan peningkatan pemanfaatan potensi lahan tambak dan peningkatan produktivitas usaha budidaya baik secara kuantitas dan kualitas dengan memaksimalkan semua komponen usaha sesuai fungsi dan didukung oleh sarana prasarana, terutama SDM dan IPTEK dapat berhasil sehingga ekonomi masyarakat bisa meningkat,”jelasnya.

“Salah satu sektor yang bisa menjadi tumpuan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat yaitu perikanan budidaya. Komoditas perikanan budidaya yang memiliki andil terbesar terhadap nilai ekonomi yaitu udang vaname,”ujarnya.

Budidaya udang vaname menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan. Perekonomian daerah, dan ekonomi kerakyatan. Beberapa alasan mengapa udang vaname menjadi komoditas unggulan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di Bolmut. “Karena rasanya lezat dan mengandung nilai gizi tinggi. Bernilai ekonomis tinggi karena udang vaname masih menjadi komoditas utama dan primadona,”ujarnya.

Ditambahkannya, permintaan terus meningkat (ekspor dan konsumsi dalam negeri) pasarnya yang masih terbuka, baik ekspor maupun domestik. Kegiatan budidaya udang vaname merupakan sektor usaha yang prospektif, dapat dilakukan dari skala rumah tangga sampai skala industri.

“Dengan sistem budidaya secara tradisional, tradisional plus, semi intensif, intensif dan bahkan super intensif. Dapat ditebar dengan kepadatan tinggi (>100 ekor/m3). Pertumbuhan lebih cepat. Lebih tahan terhadap penyakit,”tambahnya.

“Pemasarannya mudah, segmen pasar lebih fleksibel (ukuran kecil sudah laku dijual),”jelasnya.

Dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, MP

Menurut dosen pascasarjana ilmu kelautan ini untuk dapat memastikan hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pengembangan budidaya udang vaname di Kabupaten Bolmut “Seharusnya melalui berbagai kajian terutama dalam hal eksisting kawasan budidaya udang vaname di Bolmut,”ungkapnya.

Ditinjau dari aspek bio-teknis maupun sosial ekologis untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung usaha budidaya udang vaname secara berkelanjutan. “Hal ini sangat penting dilakukan agar kebijakan dan hal strategis yang akan diambil pemerintah berdasarkan skala prioritas sesuai dengan hasil kajian,”jelasnya.

Tetapi secara umum hal hal yang perlu dilakukan adalah peningkatan kemampuan SDM dan pencetakan tenaga profesional – melalui pelatihan terus menerus. “Peningkatan kualitas SDM dengan integratedsupplychain management. Percepatan Penyebaran Informasi Teknologi. Dukungan infrastruktur dan sarana Produksi yang berkualitas yang mampu memenuhi keberlangsungan usaha budidaya udang vaname,”ujarnya.

“Selanjutnya dukungan akses modal ( Perlu model Khusus) , revitalisasi dan pengembangan kawasan produksi potensial berbasis teknologi peningkatan jumlah dan mutu benih udang vaname , pengembangan induk (broodstock), pakan, dan obat-obatan,”kata Koniyo.

“Penerapan best aquaculture Practices (pemilihan lokasi, bibit dan benih unggul, nutrisi, pengendalian hama dan penyakit, manajemen kualitas tanah dan air, pondengineering, dan biosecurity),”tambahnya.

Manajemen lingkungan kawasan melalui pengendalian pencemaran dan konservasi biodiversity. “Penciptaan iklim usaha budidaya udang vaname yang sehat dan kondusif melalui regulasi yang tegas, ringkas dan konkrit,”jelasnya.

Dirinya menuturkan karena potensi lahan sangat besar dan tingkat pemanfaatanya masih rendah hanya sekitar 14,4 persen. “Maka perlu dilakukan program intensifikasi budidaya dengan menggunakan teknologi serta sistem budidaya ramah lingkungan,”katanya.

Budidaya udang vaname bisa dilakukan dengan beberapa system pengelolaan budidaya yakni secara tradisional, tradisional plus, semi intensif, intensif dan.bahkan super intensif. “Pengelolaan yang cocok untuk pengembangan udang
vaname di Bolmut perlu dikaji karena belum
tentu sama untuk setiap tempat,”jelasnya.

Kunjungan Kerja Dirjen Perikanan Budidaya di Lokasi Tambak Udang Vaname Bersama BKSU. (Foto Moh Firmansyah Goma)

Dan belum tentu sama untuk tiap-tiap model pengembangannya. Penentuan tingkat teknologi pengelolaan ini akan dipengaruhi oleh. “Potensi lahan yang tersedia, kapasitas SDM yang tersedia, daya dukung lingkungan, dan sarana prasarana utama maupun pendukung yang tersedia,”ujarnya.

“Semua program yang akan dilakukan dibutuhkan kerjasama yang kuat dari semua stakeholder terutama kesadaran dan kemauan budidaya. Serta regulasi pemerintah yang mendukung budidaya udang vaname berkelanjutan,”tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.