Warga Bakan Selesai Isolasi

0
Debby Kullo

KLIK24.ID – Juru bicara gugus tugas Covid-19 Bolmong Debby Kulo mengatakan lima warga Bakan yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah kontak erat resiko tinggi (KERT) dengan pasien yang meninggal telah selesai menjalani isolasi mandiri. “Sesuai dengan pedoman pengendalian Covid-19 revisi 5 Kementerian kesehatan dinyatakan selesai isolasi setelah 10 hari karantina mandiri,” kata Kulo melalui via whatsapp (Wa), semalam.

Lanjutnya, selama menjalani isolasi, mereka juga tidak mengeluh. Bahkan, selama pengawasan oleh tim kesehatan saat dikarantina kondisi mereka pun terus membaik. “Mereka adalah pasien tanpa gejala dan mereka sudah selesai disolasi,” ungkapnya. Ditanya apakah sudah sembuh dari Covid-19, Direktur RSUD Datoe Binangkang ini belum bisa mengungkapkanya. Namun kata dia, pihaknya  masih menuggu release dari gugus tugas Provinsi. “Jadi terkait kesembuhan masih menunggu dari provinsi,”  ungkapnya.

Terpisah, Camat Lolayan Faisal Manoppo mengatakan sejak ditetapkan terkonfirmasi positif Covid-19, mereka langsung diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka diperiksa rutin oleh petugas kesehatan. “Alhamdulillah kondisi mereka sudah membaik,” kata Manoppo. Meski sudah selesai diisolasi, namun kata Faisal, mereka berlima masih dalam tahap  pengawasan dan control dari tim kesehatan. “Jadi mereka masih diawasi dan selalu di cek kondisi kesehatannya,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga Bakan Linda Mokoagow melalui  postingannya di sosial media, Facebook menyebutkan, “Alhamdulliah horobil almain. Sehat semua au… orang Bakan yang ada observasi (Tidak ditemukan gejala dan tanda infeksi Covid-19,” tulisnya di status FB. Status tersebut dibalasi dengan berbagai komentar positif. Salah satunya Thy Podomi Muchtar. “Alhamdulilah.. berarti ndak ada bi corona di Bakan,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan HBMR edisi (17/8) lalu, Pasca meninggalnya salah satu warga Bakan, Kecamatan Lolayan, dan sedikitnya 37 warga terindikasi Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan jenazah yang meninggal, dan hasil swab lima orang terkonfirmasi positif, Pemerintah Kecamatan Lolayan langsung menetapkan status tanggap darurat Covid-19 untuk wilayah Kecamatan Lolayan selama 14 hari. Status tanggap darurat tersebut dibuktikan dengan surat nomor C.7/LLY/152/VIII/2020 tanggal 13 Agustus 2020. Salah satu isi edaran itu yakni sangadi pada 13 desa lainnya agar menghimbau warga masing-masing untuk sementara waktu tidak bepergian atau berkunjung ke desa Bakan serta mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Namun, pada tanggal 30 Agustus lalu, Kecamatan Lolayan telah mengakhiri status masa tanggap darurat Covid-19. Dengan berakhirnya masa karantina bagi 13 desa tersebut, otomatis aktivitas warga kembali normal. “Jadi masa tanggap darurat Kecamatan Lolayan telah berakhir,” kata Camat Lolayan Faisal Manoppo melalui via celluler.

Meski demikian Manoppo berharap kepada seluruh desa di Kecamatan Lolayan untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah protokol kesehatan Covid-19. Itu wajib dilakukan, agar kejadian di desa Bakan tidak akan terulang lagi di desa-desa lainnya. “Saya minta masing-masing kepala desa untuk rutin menghimbau kepada warganya untuk menaati protap kesehatan Covid-19,” harapnya. Selain itu kata dia, meski massa tanggap darurat sudah berakhir, namun diharapkan juga seluruh warga Kecamatan Lolayan untuk selalu menerapkan kebersihan dan pola hidup bersih dan sehat. Sebab, kasus yang sudah terjadi didesa Bakan, biarlah menjadi pelajaran tersendiri untuk lebih disiplin lagi mengikuti kebijakan dari pemerintah.  “Jadi, tolong badengar pa pemerintah supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Kalau ada kejadian tolong disampaikan,” pungkasnya.(chm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.