PTPP dan BNNK Bolmong Perangi Narkoba

0
20

BOLMONG — Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, PT. PP (Persero) Tbk bersama dengan BNNK Bolmong, menggelar sosialisasi Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Selasa (15/6).

Kegiatan dihadiri, Kepala BNNK Bolmong, AKBP Yuli Setiawan Dwi Purnomo, SH, berlangsung di lokasi Site Proyek Bendungan Lolak, dimulai pada Pukul 08.30 WITA.

Awal sambutannya, perwakilan PT. PP (Persero) Tbk, Johan Mirdadi memberikan penjelasan umum seputar proyek Bendungan Lolak.
Selanjutnya, Kepala BNNK Bolmong, AKBP Yuli Setiawan Dwi Purnomo, SH mensosialisasikan, P4GN dan peran BNN dalam memutus dan pencegahan Supply and Demand Narkotika.

Kepala BNNK menjelaskan, Indonesia dalam kondisi darurat di antaranya darurat terorisme, korupsi dan darurat narkoba. Ia menyebutkan, darurat terorisme yakni gangguan teror yang saat ini sasarannya instansi-instansi dari Polsek hingga pusat. Kemudian, darurat korupsi dimana yang semakin meningkat. Selanjutnya, darurat narkoba yang bisa mengincar siapa saja.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yuli mengurai masalah narkoba. Konsumsi narkoba bisa menyebabkan beberapa sisi negatif diantaranya efek sebagai stimulan, memunculkan efek euphoria dan sebagai efek depresan. “Tingkat penggunaan narkotika di Bolmong Raya, menduduki peringkat nomor dua setelah Kota Manado, pada tingkat Sulawesi Utara. Harga narkotika yang minimal Rp1,5 juta, sehingga membuat bisnis narkotika sangat menarik di Indonesia. Dalam satu tahun narkotika yang masuk ke Indonesia sekitar 250 ton sedangkan yang ditemukan hanya sekitar 20 hingga 30 ton,” jelasnya.

Terkait hal itu, Yuli mengatakan, peredaran narkotika sudah pada fase membahayan Indonesia. Bahkan, jenis narkotika baru mulai muncul akhir-akhir ini sebanyak 1054 jenis. Sementara, yang diteliti Kemenkes sekira 74 jenis.

Sementara itu, melanjutkan materi Staf BNNK Bolmong, Resky Amelia menjelaskann peranan BNN memutus dan pencegahan Supply and Demand Narkotika di Lingkungan.
“BNN juga menganjurkan program rehabilitasi terhadap orang-orang yang menggunakan obat-obatan dengan tingkat yang rendah seperti penggunakan lem dan obat batuk. Pemutusan serta pembrantasan narkotika terkait supply dan demand penggunaan obat-obat narkotika. BNN terdiri atas kenanggotaan ASN, Kepolisian, dan Militer sehingga terdiri atas berbagai macam instansi terkait,” urainya.

Kegiatan ini, diakhiri dengan penandatanganan MoU antara PT. PP (Persero) Tbk dan BNNK Bolmong terkait pembuatan media luar ruang dan gugus tugas antara BNNK dengan PTPP pelaksana proyek Bendungan Lolak dalam rangka pencegahan penggunaan narkotika tingkat proyek sehingga menjadikan Perusahaan Bersinar (Bersih Narkoba). (dim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.