Eksis di Situasi Pandemi Covid-19, PT JRBM Diapresiasi Disnakertrans

0
Ramlah Mokodongan

KLIK24.ID — Pandemi Covid-19 saat ini membawa dampak negatif bagi investasi di semua daerah, tak terkecuali perusahaan-perusahaan besar yang saat ini beroperasi di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut).  Nah, berkaitan dengan kondisi ini, beberapa Perusahan memberlakukan system kerja dirumah bagi karyawannya.

Salah satunya PT J-Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong, yang merupakan salah satu binaan Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bolmong.

Ditemui Senin (18/5), DR (HC) Ramlah Mokodongan SE MSi Kepala Disnakertrans Bolmong, mengakui sekaligus memberi apresiasi langkah PT JRBM dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini, berkaitan dengan tata kelola karyawannya.

‘’Dilaporkan, PT JRBM memberlakukan tiga kelompok bagi karyawannya.  Ada yang bekerja di site, ada yang bekerja di rumah, dan yang cuti.  PT JRBM membagi tiga kelompok diatas bagi karyawannya dengan upah penuh, dengan tidak mengurangi hak mereka,”  kata Ramlah sembari membantah isu bahwa PT JRBM merumahkan karyawannya.

Ramlah pun mewakili Pemerintah Kabupaten Bolmong, memberi apresiasi yang tinggi atas kebijakan PT JRBM tersebut.  Apalagi, perusahaan ini telah memenuhi kewajibannya dalam pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ke seluruh karyawan, sekaligus membuktikan PT JRBM yang masih tetap Eksis dalam situasi Pandemi Covid-19.  “12 hari sebelum Hari Raya, tepatnya pada Selasa (12/05), dilaporkan  THR sudah dibayarkan PT JRBM kepada karyawannya, dan ini patut di apresiasi.” Ujarnya.

Ditempat terpisah ketika dikonfirmasi langsung ke pihak manajemen PT JRBM, perusahaan telah mengikuti Protokol yang telah ditetapkan pemerintah, baik Sosial/Physical Distancing, Penggunaan Masker, Hand Sanitizer, Disenfeksi, maupun kampanye praktek perilaku hidup sehat bagi karyawan.

Selain itu, perusahaan juga membuat program aplikasi Smart Ponsel Monitoring, yang harus diunduh dan diisi setiap hari oleh seluruh karyawan, sehingga memudahkan Dokter Perusahan dalam melakukan monitor.  Bahkan, PT JRBM melakukan karantina/isolasi mandiri selama 14 hari bagi karyawan sebelum masuk lokasi kerja.  Semua itu dilakukan guna mengoptimalkan dan menjaga kesehatan karyawan serta dan terus serta aktif mencegah penyebaran Covid-19. (zip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.