231 Calon Haji BMR “GIGIT JARI”

0
46
Ilustrasi Haji

KLIK24.ID — Jamaah calon haji kloter Bolaang Mongondow Raya (BMR) batal berangkat ke tanah suci mekah. Itu lantaran, pemerintah telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkat ibadah haji pada tahun 2021 ini. Lantas bagaimana dengan dana haji yang sudah disetor?

Kasi Pelaksana Haji Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kotamobagu Ratna Potabuga mengatakan, Jamaah Calon Haji (JCH) Kotamobagu batal berangkat sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021. Kemudian untuk dana keberangkatan haji akan dikembalikan sesuai prosedur yang ditetapkan. “Dana JCH akan dikembalikan, jika JCH hanya menarik dana pelunasan, masih bisa mengikuti keberangkatan tahun berikutnya. Saat ini JCH yang terdaftar berjumlah 135 orang, untuk siap berangkat 134 orang, karena 1 JCH meninggal, kemudian ada 6 orang cadangan. Bagi JCH yang batal berangkat tahun ini bisa mengurus penarikan dana,”jelas Ratna kepada koran ini, Rabu (9/6).

Di Bolmong, menurut Kepala kantor Kemenag Muchtar Bonde, tercatat 48 calon jemaah haji asal Kabupaten Bolmong yang dijadwalkan berangkat tahun ini. “ Mereka adalah calon jemaah haji yang seharusnya berangkat tahun lalu. Keberangkatan mereka ke Tanah Suci pada tahun lalu batal karena pandemi Covid-19,” kata Bonde.

Lanjutnya, saat itu, Kementerian Agama menjadwalkan ulang keberangkan calon jemaah haji 2020 pada 2021. Dengan kebijakan pembatalan pemberangkatan haji 2021, 48 orang itu batal berangkat ke Tanah Suci untuk kedua kalinya. “Pihak Kementerian Agama yakin calon jemaah haji bisa menerima keputusan pemerintah meski sudah dua kali batal berangkat,” ungkapnuya. Terkait kemungkinan calon jemaah yang berniat menarik biaya haji yang sudah disetor, pihaknya akan mengikuti arahan dari Kementerian Agama.

 

Sementara di Bolsel kata Kepala Kemenag Bolsel Irmanto Usuli melalui Kepala Seksi Haji dan Umroh, Zulkifli Latoale, baru-baru ini. Menurut, Zulkifli ada sebanyak 14 Jamaah Haji asal Bolsel yang batal berangkat pada tahun ini. Hal ini, dikarenakan kondisi saat ini masih dalam pendemi dan demi keselamatan CJH Pemerintah memutuskan tahun ini tidak ada keberangkatan dari indonesia ke arab. “Apalagi penyebaran Covid-19, dengan varian baru yang berkembang di sejumlah negara menjadi pertimbangan Pemerintah, sebab penyelenggaraan haji merupakan kegiatan yang melibatkan banyak orang yang berpontensi menimbulkan kerumunan. Terkait pembatalan keberangkatan ini, kami juga telah menyampaikan kepada CJH Bolsel,” tegas Latoale. Selain itu, pemerintah Arab Saudi belum membahas nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan semua negara mengenai pemberangkatan CJH. “Dimana pelaksanaan ibadah haji biasanya diatur melalui kesepakatan (MoU), negara pengirim CJH dengan Pemerintah Arab Saudi tentang kesiapan penyelenggara haji,” ujarnya.

 

Di sisi lain, terkait dengan dana haji setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dapat diminta kembali oleh CJH yang bersangkutan. “Dana CJH dan bagi yang ingin mengambil bisa melalui bank yang dititipkan. Kan ini sudah tertunda sejak 2020, nantinya tetap ada kompensasinya yang akan diberikan sebelum keberangkatan. Untuk kompesasinya sendiri, itu belum diketahui apa yang akan diberikan, pada intinya kompensasi tersebut tetap ada,” tukasnya.

 

Sedangkan di Boltim, beber Kakan Kemenag, Ahmad Soleh menyebutkan, sebanyak 34 CJH asal Boltim terpaksa batal pemberangkatan menuju Tahan Suci, pada pelaksanaan Haji tahun ini. “Ada 34 jemaah asal Boltim yang batal berangkat ke Tanah Suci. Ini serentak se nasional,” tuturnya.

Meskipun begitu, CJH yang batal berangkat tahun ini bakal diberangkatkan tahun depan. “Insya Allah, pandemi sudah hilang maka akses kembali dibuka oleh pemerintah Arab Saudi, khusus Ibadah Haji. Kita semua berharap, tahun depan ada pemberangkatan haji,” jelasnya.

Ditanya soal, jemaah yang membatalkan pemberangkatan dengan menarik dana haji. Ia mengaku, hingga saat ini belum ada jemaah terdaftar yang menarik dana haji. “Belum ada sampai saat ini (Tadi malam). Intinya pembatalan ini bukan dari pemerintah Indonesia, namun karena pemerintah Arab Saudi yang belum membuka akses untuk Ibadah Haji,” ujarnya.

Adanya keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI nomor : 660 tahun 2021, tentang pembatalan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) pada penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2021. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pembatalan keberangkatan jemaah calon haji (JCH) 2021 semata-mata karena situasi pandemi Covid-19. Kerajaan Arab Saudi menurutnya belum memberikan kuota karena mencegah terjadinya penyebaran virus Corona. “Informasi bahwa pemerintah Indonesia punya utang dalam penyelenggaraan haji, itu berita sampah. Saya pastikan Indonesia tidak punya utang catering, akomodasi, dan biaya operasional haji kepada Arab Saudi,” ucap Gus Yaqut dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan sama, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto
memastikan Komisi VIII ikut mendampingi pemerintah melakukan diplomasi ke Arab Saudi. Pemerintah Indonesia bahkan mengutus para ulama untuk melakukan lobi-lobi. Namun, keputusan Arab Saudi tetap tidak mengizinkan penerbangan Indonesia ke Jeddah dan Madinah. Arab Saudi juga tidak kunjung memberikan kuota haji 2021. Waketum PAN itu juga meminta kepada Gus Yaqut untuk melakukan lobi-lobi supaya pemerintah Indonesia bisa memberangkatkan jemaah umrah tahun ini. “Kalau haji 2021 tidak dapat kuota, barangkali pemerintah bisa mendapatkan kuota umrah. Ini untuk memenuhi kerinduan umat ke tanah suci,” pungkas Yandri. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.