Trauma Dibalik Kebun Plasma Kelapa Sawit

0
20

KLIK24.ID,BOLMONG – Rasa sedih bercampur kesal datang seketika, tatkala para petani melewati kebun mereka. Seolah membuka kembali cerita lama harapan kebun Plasma yang tak kunjung ada

Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pernah menjadi tempat lalu lintasnya, perusahaan yang mencoba keberuntungannya dalam usaha kebun kelapa sawit, pada waktu itu di masa kepemimpinan Mantan Bupati Salihi Mokodongan hingga Yasty S Mokoagow.

Cerita yang begitu membekas di hati para petani, bagaimana mereka akhirnya harus kehilangan tanaman kelapa, cengkih hingga pala karena tergiur janji Perusahaan.

Bukan salah hama atau penyakit yang menyerang, tapi mereka dan pelaku usahalah yang merata tanakan tanaman – tanaman itu dengan menggantungkan harapan akan memiliki Kebun Plasma Kelapa Sawit di kemudian hari.

Mengira Perusahaan mulai Aktif, belakangan sejumlah petani sempat menaruh harapan ketika tahu ada aktivitas di Lokasi Eks HGU Sabadaya Sakti, yang pernah di tanami Kelapa Sawit. Pasalnya mereka melihat buahnya mulai di panen.

Sayangnya tak pasti apakah itu Perusahaan? atau cuma oknum warga.

“Informasi yang kami dapat buahnya sering di jual di salah satu Pabrik di Morowali dan yang kami lihat hasilnya lumayan banyak setiap kali pemberangkatan menggunakan Truck,”ujar warga.

Ternyata mereka tak diberi andil apa -apa, dibalik hasil yang di dapat dari penjualan itu.

“Kami juga bingung, Jika itu orangnya perusahaan tentu mereka harus bertanggung jawab dengan kesepakatan yang pernah dibangun bersama pada waktu itu.Tapi jika hanya orang tertentu, maka seharusnya kamipun memperoleh hak yang sama,”kesal warga.

Namun oknum berinisial JM yang di duga penjual hasil Kelapa Sawit yang di bicarakan sejumlah warga, tak mau mengomentari alasan dan kapasitasnya berani menjual hasil penen saat di hubungi Media ini, lewat pesan Whaatsapp.

Ada juga sebagian petani yang belum lama ini, ingin mengurangi Pelepah Kelapa Sawit karena mengganggu tanaman mereka yang berbatasan lansung, untungnya pemerintah setempat lansung melarang dan bahkan mengundang para petani bersama Kepala Desa, hadir di Kantor Kecamatan Sangtombolang untuk diberikan Pengarahan.

Dipimpin lansung Camat SangTombolang Reza Adi Sucipto Damopolii, bersama dengan Polsek dan Danramil, mengundang sejumlah masyarakat serta Sangadi Desa Ayong, Sangadi Desa Babo, Sangadi Desa Bolangat dan Bolangat Timur, untuk diberikan himbauan.

“Mengantisipasi agar masyarakat tak terkena dampak hukum yang merugikan mereka, mengingat dulunya waktu PT.KKI masih sedang gencarnya melakukan pengembangan di Lokasi HGU, ada warga yang di jebloskan ke penjara karena berurusan dengan pihak perusahaan,”ujarnya

Menurut seorang warga Desa Ayong JD, dalam keterangannya juga mengaku kalau dirinya tahu persis apa yang menjadi kesepakatan antara pihak perusahaan dan masyarakat pada waktu itu. Jika 1 Ha lahan masyarakat, yang mau digarap oleh perusahaan, maka akan diberikan Tali asih sebesar Rp.750.000

Kemudian akan di bangun kebun Plasma sebesar 30 persen dari lahan yang di serahkan.”Artinya masyarakat akan menikmati hasil panen kebun Plasma Kelapa Sawit selama satu siklus HGU atau 25 sampai 30 Tahun,”ungkapnya.

Hal ini dibenarkan juga Oleh ke 3 Sangadi yang berada di Kecamatan Sangtombolang yakni Sangadi Desa Babo, Sangadi Desa Bolangat Timur dan Sangadi Desa Pangi Timur, Menurut mereka pada waktu itu pihak perusahaan sudah berjanji ke masyarakat yang mau menyerahkan kebun ke Perusahaan akan mendapatkan Kebun Plasma.

“Sampe sekarang ndak ada pelaksanaan, salah satunya kebun saya. untuk pangi timur sampai skarang ndak ada penanaman sawit, mereka juga sudah tidak berkunjung” Terang Riston Tempo, lewat pesan Whaatsapp.

Masyarakat menaruh harapan agar pemerintah dapat memberi kejelasan Perusahaan yang pernah beroperasi di daerah mereka, serta kejelasan Eks HGU Sabadaya Sakti, yang masih menyisakan Tanaman Kelapa Sawit yang kini mulai di panen.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bolmong, Eni Sulastri Darmayanti, mengaku belum tahu pasti persoalan yang ada di Eks HGU Sabadaya Sakti yang ditanami Kelapa Sawit ketika di Wawancarai KLIK24.ID belum lama ini, namun dia mengaku akan mempelajari dulu, mengingat dirinya belum lama dilantik.

“Nanti akan saya pelajari dulu,”ujar Kepala BPN Bolmong yang baru resmi dilantik 5 Bulan lalu.

Namun upaya awak media untuk menghubungi penanggung jawab Perusahaan belum berbuah hasil.

Selanjutnya sampai berita ini terbit, media ini akan berusaha menghubungi Pemda Bolmong, dalam hal ini Instansi terkait, untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.(bas)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.