Sikap Tak Profesional Oknum Karyawan PLN Diduga Jadi Penyebab Tutupnya Usaha Seorang Warga

0
29

KLIK24.ID,BOLTIM – Sudah jatuh ketimban tangga. Seperti itu yang di alami Daniel Paputungan (47) warga Desa Tutuyan 2 Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pemilik usaha salon rias dan cukur rambut yang tak lagi bisa di gunakan.

Pasalnya usaha yang serba menggunakan tenaga listrik itu, kini tak bisa jalan. Omset jutaan rupiah, tambah lagi uang administrasi pemasangan Instalasi listrik, kini apes sudah.

Ditengah usaha yang sedang berjalan, Daniel harus pasrah menerima kenyataan bahwa tak ada lagi yang dapat diperbuatnya. Kuat dugaan karena ulah oknum petugas Perusahaan BUMN yang tak profesional.

Menurut Daniel persoalan itu berawal dari waktu dia mengajukan pemasangan Instalasi Listrik baru untuk usahanya, karena daya 450 Volt persyaratannya untuk penerima bansos, maka akhirnya dia meminta pemasangan daya 900 Volt. Dengan menyerahkan sejumlah uang senilai Rp.1900.000 atas permintaan FN, seorang petugas PT PLN (Persero) Cabang Kotabunan.

Selanjutnya kata Daniel menurut info yang didapatnya dari FP uang itu sudah disetorkan ke ST salah satu karyawan PLN Cabang Modayag untuk administrasi Pemasangan Instalasi Listrik.”FP sudah sempat memasang meteran sementara dirumah saya, namun atas nama orang lain, namun setelah itu dicabut untuk persiapan pemasangan Meteran milik saya, sayangnya sampai 2 bulan terakhir tidak kunjung terealisasi,”akunya pada Jumat (05/08/2022).

Atas peristiwa ini, Daniel meminta ke pihak PLN untuk menseriusi pemasangan instalasi listrik ditempat usahanya yang tak kunjung selesai. disamping uang administrasi yang apes, selama 2 bulan dia juga telah mengalami kerugian atas usahanya itu.

“Usaha saya terpaksa di tutup, tambah lagi uang sewa per tahun tempat tersebut berkisar 5 juta rupiah yang sudah saya setor kepemilik tempat. Kalaupun uang administrasinya dikembalikan saya masih tetap juga rugi, ada 200 ribuan yang harusnya saya dapat dalam sehari,”sesalnya.

FP seorang petugas PLN cabang Kotabunan, tak menampik persoalan itu, dia membenarkan telah menerima uang Instalasi listrik dari Daniel, namun menurut dia uang tersebut telah diserahkannya ke ST untuk proses Meteran.”Minggu ini saya sering telfonan masalah pemasangan, namun terinformasi waktu itu ST mengalami sakit sehingga itu yang menyebabkan pemasangan jadi terlambat. Rencananya dalam Minggu ini juga itu akan dipasang,”bebernya.

Sedikit berbeda dengan pengakuan ST petugas PLN Cabang Modayag yang menerima uang dari FP. salah satu alasan kenapa pemasangan jadi terlambat, dikarenakan uang yang diterimanya tidak cukup untuk pengurusan”Uang pemasangan 1.250.000 diluar instalasi. Adapun uang yang saya terima dari ST itu tidak cukup. Namun berapa uang yang konsumen berikan ke ST, itu saya tidak tahu,”jelasnya.

ST juga mengaku akan segera mengembalikan uang konsumen yang diterimanya.”Besok saya akan mengembalikan uang Konsumen berdasarkan percakapan dengan FP. Terkait berapa banyak kerugian yang disampaikan oleh Konsumen Daniel, saya tidak pernah tahu kalau pemasangan itu untuk usaha yang sedang dijalankannya,”pungkasnya.(bas)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.