Sat Resnarkoba Polres Kotamobagu Berhasil Menangkap Tersangka Pengedaran Obat Keras Jenis Thrihexiphenidyl

0
19

KLIK24.ID,KOTAMOBAGU – Satuan Reserse dan Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Kotamobagu kembali mengungkap kasus pengedaran obat keras jenis Thrihexiphenidyl 2 mg secara ilegal.

Kasus itu terungkap ketika Sat Resnarkoba yang dipimpin Ipda Ibrahim Hatam, menangkap seorang pemuda berinisial SS alias Aril (26) alamat Kelurahan Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan,di rumahnya saat sedang menunggu kiriman paket obat keras pesanannya, pada Senin (18/07/2022).

Dilansir dari tribaratanews.polreskotamobagu.com, Pada saat pengeledahan, dari tangan tersangka diamankan obat keras jenis Thrihexiphenidyl 2 mg sebanyak 46 strip atau 460 butir pil.Petugas kemudian kembali melakukan penggeledahan dikamar tersangka dan ditemukan lagi sebanyak 15 strip atau 150 butir Thrihexiphenidyl 2 mg yang merupakan sisa hasil penjualan oleh tersangka SS.

Tersangka kemudian diamankan di Mapolres Kotamobagu bersama barang bukti 614 butir obat keras jenis Thrihexiphenidyl 2 mg serta uang yang diduga hasil penjualan sebanyak Rp.1.321.000 (satu juta tiga ratus dua puluh satu ribu rupiah) yang disimpan dalam brankas penyimpanan Kamus bahasa Inggris.

Sat Resnarkoba juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan tersangka yakni, dua buah kunci brangkas penyimpanan kamus, 6 slip pembayaran melalui Indomaret, 1 buah Iphone 13, 1 buah SIM atas nama tersangka, serta 1 buah dus paket kiriman yang dibungkus dengan plastik warna hitam.

Kapolres Kotamobagu AKBP Dasveri Abdi, SIK, melalui Kasi Humas Iptu I Dewa Dwiadyana, membenarkan penangkapan terhadap pelaku pengedar obat keras secara ilegal ini. “Tersangka sudah diamankan di Mapolres Kotamobagu bersama barang bukti, untuk proses hukum lebih lanjut”. Tegas Kasi Humas.

Kasi Humas Polres Kotamobagu Iptu I Dewa Dwiadyana, juga mengatakan pasal yang disangkakan adalah, pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara serta denda Rp. 1.500.000.000 (Satu milyar lima ratus juta rupiah). (bas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.