Eks Perangkat Desa Manembo Akan Bawa Bukti Rekaman Video Ke DPRD Bolmong

0
195
Photo Screenshot Video saat pertemuan Camat, Sangadi dan sejumlah Eks perangkat Desa Manembo

KLIK24.ID,Bolmong – Eks Perangkat Desa Manembo Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengaku akan beberkan isi rekaman video percakapan mereka bersama oknum Camat dan Sangadi di depan DPRD Bolmong. Minggu (19/06/2022).

Adapun isi percakapan dalam video tersebut di duga berkaitan erat dengan konflik yang sempat berkepanjangan dibalik pemberhentian sejumlah aparat Desa Manembo beberapa waktu lalu.

Persoalan yang berawal dari pemberhentian sejumlah aparat Desa Manembo sekira dua tahun lalu yang berbuntut dikeluarkannya rekomendasi dari Ombudsman Sulut, untuk mengaktifkan kembali perangkat desa yang sudah diberhentikan itu.

Berdasarkan hasil rekomendasi itu Sangadi Desa Manembo Medi Purukan, bersama dengan kedua sangadi yang berada di desa Kecamatan Passi Timur akhirnya di nonaktifkan dan mengangkat PLT masing – masing desa, berdasarkan hasil kajian Pemda Bolmong lewat Assisten 1 Pemerintahan Decker Rompas bersama dengan kabag Hukum Moh Triasmara Akub.

Meski penyerahan SK oleh Assisten 1 Pemerintahan yang di dampingi oleh Camat pada waktu itu sempat diwarnai aksi protes oleh ratusan warga yang datang dari tiga desa yakni, Manembo, Sinsingon dan Sinsingon Timur, namun tetap tidak mengubah keputusan Pemda Bolmong yang kala itu masih dibawah kepemimpinan mantan Bupati Yasty S Mokoagow.

Alhasil pada Jumat (10/06/2022) Pemkab Bolmong lewat PLT Desa Manembo, berhasil kembali mengaktifkan ke 7 orang perangkat desa Manembo yang pernah di berhentikan oleh sangadi, sehingga dengan otomatis tugas ke 7 perangkat desa yang ada saat ini harus berakhir.

“Iya benar saya sudah mengembalikan SK dari 7 perangkat desa tersebut,”terang, Purukan, PLT Sangadi Desa Manembo.

Hal ini dibenarkan Asissten 1 Pemerintahan Deker Rompas, kepada media ini dia mengatakan sudah mengaktifkan lagi 7 perangkat Desa yang pernah diberhentikan oleh sangadi Manembo.

“Iya Betul sudah diaktifkan,”singkatnya lewat Whaatsapp (WA) Pribadi.

Namun seperti halnya yang dirasakan ke 7 perangkat desa yang pernah diberhentikan oleh Sangadi Desa Manembo.

Puncak dari kekecewaan mereka yang merasa tak adil dan menjadi korban kini giliran ke 7 eks perangkat desa yang baru diberhentikan itu tak segan – segan angkat bicara demi mendapatkan keadilan. Bahkan berencana akan membawa bukti rekaman dalam waktu dekat ini ke DPRD Bolmong, agar dapat memanggil oknum Camat untuk di mintai keterangan atas pernyataannya di dalam Video itu.

Kepada Klik24.ID, mereka mengaku kalau video tersebut ada pesan dan himbauan oknum Camat, yang menjadi salah satu alasan mereka saat itu untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai perangkat desa.

Bukan itu saja parahnya lagi belakangan mereka menduga kalau konflik itu sengaja di ulur demi kepetingan Politik.

“Memang kami korban Poltik,”jelas sumber yang meminta namanya tak di sebut.

Mereka juga menyayangkan, percakapan dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, oknum Camat sama sekali tidak mempersoalkan SK mereka bertujuh sebagai perangkat yang menggantikan ke tujuh perangkat lainnya.Justru camat berjanji akan memperjuangkan mereka asalkan mau mengikuti perintah yang ada.

“Seharusnya jika kami bersalah, jangan datang dengan berbagai argumentasi pembenaran, yang seolah-olah apa yang sangadi dan kami lakukan tidak melanggar apa – apa. Seharusnya tegas, jangan sesatkan kami untuk kepetingan apapun,”tambah SN beserta kawannya yang lain.

Terkait dengan langkah yang diambil Pemda Bolmong mereka mengaku mengapresiasi itu, demi menegakkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2017 tentang perubahan Atas peraturan Menteri Dalam Negeri No 83 tahun 2015 Tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa.

“Kami mengapresiasi keputusan Pemda Bolmong dalam rangka penegakkan Permendagri tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa, walupun jujur ada kekecewaan dibalik tugas yg sudah kami jalankan kurang lebih 2 tahun. Namun sepatutnya sangsi juga harus di berikan kepada oknum Camat, dimana  sebagai atasan sebenarnya lebih paham dengan regulasi, bukan sebaliknya menjerumuskan kami. Ataukah ini cuma hasrat dari kepentingan politik semata sehingga kami hanya dijadikan tumbal,”ujar SN.

Terpisah Camat Passi Timur Dani Rorimpandey, waktu di mintai tanggapan oleh sejumlah awak media saat bersua di kediamannya belum lama ini, membantah adanya isi percakapan dalam Video tersebut.

Menurutnya itu hanya salah paham saja,  narasinya tidak seperti itu. Dia hanya mengingatkan tentang Loyalitas.

“Saya hanya mengingatkan loyalitas,” kata Camat.

Camat juga membantah jika dirinya menjanjikan sesuatu terhadap perangkat dan Sangadi Manembo, apalagi berkaitan dengan politik.

“Saya tidak pernah bilang akan menolong apalagi menjanjikan apa2 kepada mereka,” tambahnya.(Bas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.