Dua Kementerian Lirik Pengelohan Kopi, Tatong: Kotamobagu Miliki Komoditas Unggul

0
21

Klik24.id, KOTAMOBAGU — Pengolahan kopi arabika dalam kemasan oleh petani di Kota Kotamobagu, menarik perhatian pemerintah pusat. Belum lama ini, tim dari Kementerian Perekonomian (Kemenko) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan korporatisasi petani di Kota Kotamobagu.

Pelaksanaan monev berlangsung selama dua hari. Adapun yang melaksanakan monev yakni Kepala Bidang Prasarana Pangan dan Agrobisnis Kemenko Perekonomian Tony Nainggolan dan Heri saksono dari Kemendagri. Sedangkan yang mendampingi masing-masing, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Provinsi Sulut, Novly Wowiling bersama jajaran.

Usai menggelar pertemuan dengan Walikota Kotamobagu Tatong Bara, rombongan meninjau langsung lokasi pengolahan Kopi Moanok milik Rudi Mokodompit salah petani kopi di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pada hari kedua Rabu (10/11).

“Tim ini datang untuk mencari data korporatisasi petani di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kotamobagu salah satunya. Disini, ditemukan kalau awalnya tanaman kopi yang tidak  bisa tumbuh di dataran rendah, justru bisa diproduksi di perkebunan Mogoluyun ini,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah atau Bappelitbangda Kota Kotambagu Adnan Masinae kepada awak media.

Sementara itu, Tony Nainggola selaku Kepala Bidang Prasarana Pangan dan Agrobisnis Kemenko Perekonomian, juga ketua tim dalam kunjungan itu, mengatakan kalau sejumlah harapan yang menjadi keinginan mereka, ternyata telah ditemukan dalam diri Rudi Mokodompit, yang telah berhasil menanam, mengolah, sampai memproduksi kopi moanok tersebut. “Beliau (Rudi Mokodompit.red) mampu mengelola dengan maksimal potensi yang ada di lingkungannya. Dimana, dirinya menjadi pelaku metode dari hulu sampai hilir atas penanaman, pengolahan hingga produksi kopi, yang telah ditiru oleh petani yang lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Walikota Ir Tatong Bara mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim dari Kemenko Perekonomian dan Kemendagri ke Kota Kotamobagu. Dalam kesempatan itu Tatong menjelaskan gambaran profil Kotamobagu, wilayah pertanian di Kotamobagu cukup luas untuk mengembangkan komoditi pertanian.

“Di kotamobagu memiliki sejumlah komoditas di mana yang paling unggul adalah Kopi Kotamobagu, yang sudah dikenal di beberapa daerah, namun selain itu ada juga Nenas dan kakao,” terang dia. Pihak pemerintah Kotamobagu menyambut baik program dari dua Kementerian ini.

“Karena dengan adanya korporasi petani ini akan membuat petani lebih sejahtera kedepan,” terang Tatong Bara.

“Apalagi dengan adanya Korporasi produk pertanian, dari pemerintah akan mengawal dari penanaman, sampai dengan pengolahan hasil hingga ke pemasaran,” jelas Tatong. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.