Petani Boltim Keluhkan Sewa Alsintan

0
22
FASILITAS : Sejumlah alsintan yang akan disewakan kepada petani, terparkir di depan kantor Dispertanak Boltim. (F : Bastian/INN)

Klik24.id, BOLTIM – Tingginya harga sewa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) mulai dikeluhkan warga. Bahkan, saat ini para petani tidak lagi mau menggunakan Alsintan lantaran sewa alat mahal.

Menurut keterangan salah satu petani di Desa Tutuyan Dua, Kecamatan Tutuyan, mengaku tidak lagi menyewa alsintan untuk menggarap lahan pertanian. Ia mengaku, petani tidak mampu membayar harga sewa alat.

“Kita sangat kesulitan dengan harga sewa Alsintan, khususnya mesin traktor, untuk pengolahan lahan per hektar. Mulai dari moba pajeko sampe rotari berkisar Rp1,5 juta dan uangnya kita serahkan langsung ke operator,” beber sumber yang tidak ingin dikorankan nama nya.

Padahal, instansi terkait gencar mendorong peningkatan produksi pertanian dengan sejumlah program. Namun, kenyataannya justru sewa alsintan untuk petani dinilai mencekik. “Program agro solution, dipastikan tidak berjalan mulus lantaran petani tidak mampu mengembalikan pinjaman. Sebab, harga sewa alat saja tinggi. Petani berupaya meningkatkan produksi pertanian agar hasil meningkat dan hasil yang didapat juga maksimal,” singgung warga.

Anehnya lagi, harga sewa alsintan dari operator beragam, membuat para petani kecewa dengan pengelolaan alsintan yang merupakan bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Kita tau harga sewanya dari operator sekira Rp1,5 juta, namun ada juga yang kita dengar Rp300 ribu-an,” keluh petani dengan kecewa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Boltim, Mat Sunardi menyebutkan, harga sewa alsintan sekira Rp300 ribu-an. Ia mengaku, hal tersebut berdasarkan regulasi, namun yang membuat harga sewa dipicu beberapa faktor seperti luas lahan dan sewa operator. “Bisa jadi sewa bertambah, karena luas pekerjaan dan jarak tempuh. Belum juga bahan bakar alat dan makan minum operator yang menjadi tanggungan petani. Yang kita ambil hanya biaya perawatan alsintan, terkait dengan sewa operator menjadi tanggungan pemilik lahan,” uraiannya.

Ditanya soal biaya sewa operator, dirinya akan menelusuri operator alsintan di Boltim. “Kalau bisa itu diselidiki lagi, jangan sampai ada oknum operator tanpa sepengetahuan dinas melakukan tindakan lain,” ungkapnya. (tr-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.