Soal Keluhan Warga Transmigrasi Balukut, Ini Tanggapan Yusri dan Rezha

0
33
RIANG : Anak-anak di permukiman Transmigrasi Balukud butuh fasilitas pendidikan yang layak.

Klik24.id, BOLTIM – 23 Kepala Keluarga (KK), transismigrasi Balukut, Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), keluhkan sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai kurang memadai.

Warga transmigrasi Balukut minta gedung sekolah yang layak agar bisa menunjang kebutuhan pendidikan.

“Awalnya, kami ada 56 KK yang menempati 55 unit rumah. Namun, yang aktif saat ini tinggal 23 KK. Dan ada kurang lebih 33 KK yang sudah tidak aktif, mereka tidak lagi menghuni rumah di sini,” beber, warga setempat yang namanya enggan dipublis, ketika ditemui sejumlah awak media.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim, Yusri Damopolii menuturkan, tahun 2019 lalu pihaknya sudah berencana melakukan pembangunan sekolah disana di permukiman Transmigrasi Balukud, namun belum sempat dibangun pemerintah terkendala anggaran “Sejak 2019 perencanaan pembangunan bilik ruang belajar sudah direncanakan. Tetapi, kita masih terkendala adanya anggaran,” jelas, Yusri kepada media ini, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Ia mengaku, pihaknya kembali merencanakan pembanguna sekolah pada tahun anggaran 2022 mendatang. “Kita bangun awal, yakni satu bilik ruang belajar nantinya ada tahapan pembangunan selanjutnya. Kita sudah rencanakan itu, dan kita upayakan. Untuk tenaga pendidik kita konsultasikan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim,” jelasnya.

Yusri menjelaskan, anggaran pembangunan sekolah bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Boltim.

“Untuk satu bilik ruang belajar, anggarannya sekitar Rp 200 juta DAU. Tujuannya, guna peningkatan mutu kualitas pendidikan di Kabupaten Boltim, juga salah satu pendekatan pelayanan pendidikan bagi para siswa-siswi yang ada di transmigrasi Balukut sebab. Ini sangat urgen/penting. Olehnya, tahun depan upaya bangun sarana-prasarana pendidikan tahap awal kita prioritaskan,” terangnya.

Sementara, BKPSDM Boltim, Rezha Mamonto menjelaskan, pihaknya akan menempatkan tenaga guru di fasilitas pendidikan di permukiman Transmigrasi Balukud, sudah ada. “Kalau bangunan sekolah sudah ada maka dasarnya usulan dari Dikbud Boltim. Soal penempatan tenaga pendidik atau guru PNS, atas usulan Dikbud ke BKPSDM untuk diperbantukan sementara di transmigrasi Balukut,” terang, Rezha saat dihubungi via seluler. (tr-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.