Diduga Akibat Konsumsi Air Hujan, 11 Warga Motsel Diserang DBD

0
49
Ishak Damopolii (Sangadi Motsel)

Klik24.id, BOLTIM — Masalah air bersih yang dialami warga Motongkad Selatan (Motsel), Kecamatan Motongkad, masih menjadi benang kusut yang sulit terurai.

Meski instansi terkait telah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga penyediaan fasilitas sumur bor oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), namun keterbatasan air masih saja melanda warga.

Baca Juga : https://klik24.id/terganjal-anggaran-fasilitas-air-bersih-motsel-rampung-2022/

Tidak hanya memanfaatkan air payau yang rasanya bergaram. Warga kerap memanfaatkan air hujan untuk dikonsumsi atau menempuh jalan sekira 3 Kilometer (Km), demi mendapatkan air yang layak konsumsi.

Bukan baru kemarin, kondisi krisis air ini, dialami warga hampir setahun.

Kepala Desa Motsel, Ishak Damopolii, saat ditemui Wartawan Klik24.id menyampaikan, kekecewaan yang dirasakan warganya. Bagaimana tidak, sebagai pemerintah desa dirinya selalu menyampaikan keluhan warga namun belum mendapat solusi dari pemerintah.

“Saya sebagai sangadi sudah berusaha selalu mengangkat persoalan ini ketika Reses, Rapat Kabupaten dan pertemuan lainnya. Namun sampai dengan saat ini tidak ada tindakan konkret dari Pemkab Boltim,” ungkap Sangadi-istilah kepala desa warga setempat-.

Baca Juga : https://klik24.id/krisis-air-warga-motsel-terpaksa-manfaatkan-air-payau/

Buntutnya, tahun ini tercatat sekira 11 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang warga. Kuat dugaan, penyebaran DBD dipicu pola hidup warga yang mengkonsumsi air hujan yang ditampung dari pelepah kelapa. “Dan itu diketahui oleh Dinas kesehatan,” beber Damopolii.

Belum lama ini, untuk membangun salah satu bangunan fasilitas umum, warga terpaksa mengumpulkan dana swadaya masyarakat agar bisa menyambungkan pipa sejauh 2 Km dari sumber air. “Warga mengumpulkan dana. Padahal air yang digunakan adalah air buangan yang bercampur sampah, bahkan ada yang menggunakannya untuk mandi,” jelasnya.

Menurut Ishak, masih ada solusi untuk mengatasi krisis air di Motsel. Ia menyebutkan, sumber mata air di dusun dua desa setempat, bisa dimanfaatkan sebagai sumber air yang akan dialirkan ke rumah warga.
“Sumber air yang ada di dusun dua, itu sumber air bersih dari gunung. Bisa kita manfaatkan. Kedua, ada titik yang pas untuk pembuatan sumur bor, adalkan libatkan masyarakat Motsel karna mereka yang paling tahu dengan sumber air yang ada,” urainya.

Baca Juga : Ishak https://klik24.id/muh-mamur-rasulullah-saw-adalah-suri-tauladan/

Ia pun berharap, krisis air bersih di Motsel mendapat perhatian dari semua pihak termasuk wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim.

“Kami sebagai Pemerintah Desa Kotsel sangat berharap kehadiran anggota DPRD Boltim sebagai penyambung lidah rakyat, untuk bisa melihat lansung kondisi Desa kami yang dimana air bersih harusnya merupakan kebutuhan pokok manusia, telah jadi barang langka didesa ini,” pintanya.

Sementara itu, menanggapi soal pernyataan instansi terkait jika pembangunan fasilitas air bersih rampung 2022. Ia mengatakan, masyarakat Motsel sudah tidak asing lagi dengan janji-janji.

“Pada waktu itu mereka juga mengatakan sebelum September 2021, airnya akan jalan lagi. Dengan adanya perencanaan pembuatan bak di Desa Atoga, namun nyatanya apa yang kita dapat hari ini cuma air Kotor,” singgungnya. (tr-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.