Krisis Air, Warga Motsel Terpaksa Manfaatkan Air Payau

0
47
MEMPRIHATINKAN : Salah satu warga Desa Motongkad Selatan tengah mengambil air. (F : Bastian/INN)

Klik24.id, BOLTIM — Hampir setahun ratusan warga di dua dusun Desa Motongkad Selatan (Motsel), Kecamatan Motongkad, Boltim, kesulitan air bersih.
Menurut warga setempat, kebutuhan air bersih, jadi barang langka. Pasalnya, sebagian warga harus mengambil air di desa tetangga, yang jaraknya lebih dari satu kilometer.
“Air bersih yang kita ambil di SMK Motongkad, harus menggunakan kendaraan, tiap hari kita ambil air di sana,” ungakap JT , warga Desa Motongkad Selatan, Rabu (20/10).
Untuk kebutuhan mandi dan cuci, mereka memanfaatkan salah satu sumur milik warga setempat.
“Air sumur itu rasanya bergaram (payau) jadi kita hanya gunakan untuk mandi dan cuci pakaian, tidak bisa kita gunakan untuk minum dan memasak,” tuturnya.
Salah satu sumber air bersih yang tersisah di desa itu adalah air dari jaringan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang dibangun tahun 2019.
Namun, air SPAM tersebut tidak lagi berjalan dengan normal, menurut pengakuan seorang warga bahwa air SPAM tersebut tidak bisa dinikmati lagi dalam beberapa bulan ini.
“Sudah hampir setahun sumber air bersih itu kerap macet,” tegas warga.
Air pada jaringan SPAM ini mengalir sangat pelan. Untuk bisa menampung lima liter air saja, warga harus menunggu hingga setengah jam.
Warga juga terpaksa mengeruk jaringan air SPAM tersebut agar air bisa keluar dari selang kemudian ditampung menggunakan galon atau ember.
“Airnya sangat pelan jadi kita berusaha menampungnya. Hanya ini sumber air bersih kita,” kata Nonce Amale.
Warga di desa ini berharap, pemerintah daerah dapat mengatasi masalah krisis air bersih di desa mereka. (mg-46/dim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.