Tantangan Pendidikan di Era Pandemi Covid-19

0
58
Naziril Lakoro, S.Pd.I

MERUJUK pada pengertian Pendidikan yaitu memanusiakan manusia muda menuju taraf insani. Maka pendidikan bukan hanya sekedar perbaikan kecerdasan manusia itu sendiri. Melainkan pendidikan bertujuan juga sebagai perbaikan pola pikir dari tidak berpengetahuan menjadi lebih berpengetahuan. Apalagi di dalam kehidupan bermasyarakat sangat dibutuhkan, pendidikan sebagai bagian dari syarat yang harus dipedomani dalam hidup bermasyarakat. Tak hanya itu, pendidikan juga menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah.

Nah, yang menjadi tantangan pendidikan di era Pandemi Covid-19 ini adalah pengunaan teknologi digital. Sudah Hampir 2 tahun terakhir sejak Covid-19 mewabah di seluruh penjuru dunia yang paling terkena dampak selain sektor ekonomi dan kesehatan juga sektor pendidikan.

Hampir seluruh negara menerapkan di dunia pendidikannya melakukan pembelajaran secara Daring atau biasa disebut pembelajaran online. Tantangan baru di dunia pendidikan khususnya di Indonesia yang mau tidak mau, suka tidak suka, pembelajaran secara Daring harus diterapkan semua sekolah.

Sehingga peserta didik bisa menerima materi dan tidak tertinggal dengan materi setiap Mata Pelajaran.
Namun di tengah pembelajaran secara Daring yang diterapkan dihampir semua sekolah terdapat kendala yang sangat signifikan.

Kendala itu terlahir secara alami, apalagi dibutuhkan guru yang harus cekatan dan mampu menjabarkan aplikasi pembelajaran secara online. Selain guru yang tidak gagap teknologi, peserta didik juga harus didampingi dalam pembelajaran secara Daring ini. Pengalaman setiap guru yang mampu mengaplikasikan pembelajaran secara Daring biasa adalah sangat sedikitnya peserta didik yang terlibat saat proses pembeljaran Daring berlangsung.

Sebagai hontoh jika pembelajaran mengunakan Zoom Meeting atau Google Meet, biasanya peserta Didik yang bisa bergabung hanya setengah dari jumlah peserta didik yang ada di dalam kelas. Alasan dari peserta didik berpariasi, mulai dari tidak punya hanphone, kuota data, atau sulit signal propaider yang digunakan.

Kendala yang dikeluhkan peserta didik sebenarnya sudah ada beberapa solusi dari pemerintah melalui Kemendikbud, misallkan kuota data yang dikeluhkan itu sudah dijawab Kemendikbud melalui bantuan kuota data gratis setiap bulannya, selain itu terkait signal yang kurang naik dan peserta didik tidak mempuyai handphone itu dikunjungi langsung oleh guru untuk diberikan materi pelajaran secara langsung.

Walaupun sudah ada solusi namun tetap saja pembelajaran secara daring tidak akan begitu efektif dalam mencapai sebuah tujuah pembelajaran yang diinginkan. Sehingga sampai saat ini orang tua dan peserta didik mengiginkan pembelajaran itu dilaksanakan secara tatap muka di sekolah walaupun masih sifatnya terbatas.

Akan tetapi, pembelajaran tatap muka terbatas yang diinginkan oleh orang tua, peserta didik dan pihak sekolah harus juga mempertimbangkan aspek kesehatan, karena pembelajaran tatap muka terbatas dibutuhkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Oleh karena itu, pembelajaran di era Pandemi Covid-19 saat tantangannya sangat kompleks dan dibutuhkan kerjasama seluruh Stakeholder untuk bisa terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran online yang bisa efektif dan efisien.

Permasalahan pendidikan yang dihadapi di era pandemi membutuhkan kerja keras untuk menyelesaikan itu. Belum lagi keluhan yang disampaikan orang tua terkait banyaknya peserta didik yang tidak belajar dan malah hanya bermain game online. Belum lagi peningkatan kejahatan yang melibatkan peserta didik. Hal ini juga harus dipertimbangkan untuk membuka sekolah untuk belajar secara tatap muka, walaupun dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah.

Terakhir untuk menghadapi perrsoalan yang kompleks di era Pandemi Covid-19 seperti ini, dibutuhkan kerjasama, sosialisasi, serta penerapan Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat untuk membuka sekolah dan bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Selain itu, pihak sekolah harus mempersiapkan secara baik dalam menghadapi pembukaan tatap muka dengan mengedepankan Prokes. Tak hanya itu dibutuhkan juga peran aktif orang tua dan masyarakat sehingga tantantangan dunia pendidikan di era Pandemi Covid-19 ini bisa terlaksana dengan baik, dan kunci dari keberhasilan menghadapi tantangan itu adalah mematuhi Prokes.

Dengan demikian, jika seluruh aspek penunjang dalam menghadapi kendala yang dihadapi dunia pendidikan di era Pandemi Covid-19 ini bisa terlaksana dengan baik. Maka dunia pendidikan yang sudah hampir 2 tahun ini melaksanakan pembelajaran Daring. Bisa dilaksanakan proses pembelajaran tatap muka, dan bagian dari usaha yang sangat baik untuk mengurangi atau paling tidak menjawab kehawatiran seluruh pihak.

Tutuyan, 04 September 2021

PENULIS : Naziril Lakoro, S.Pd.I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.