Aktivitas Tambang PT SEJ Diduga Cemari Sungai Buyat

0
57
KERUH : Warga melakukan penelusuran pemicu air sungai Buyat yang tiba-tiba menjadi keruh. (F : Istimewa)

BOLTIM – Pencemaran sungai Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, diduga bersumber dari aktivitas tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim.

Kepala DLH Boltim, Syukri Tawil mengaku, telah mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan media, sementara hingga saat ini belum menerima laporan dari pemerintah desa.

“Kita akan tindaklanjuti ini dan berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mitra,” kata Syukri.

Pihaknya, belum memastikan keruhnya air sungai Buyat dipicu limbah tambang.

Menurutnya, DLH Boltim perlu menginvestigasi dan melakukan pendataan serta mengumpulkan informasi akurat tentang dugaan pencemaran.

“Karena posisi sungai itu ada di perbatasan kabupaten, maka ini menjadi kewenangan Pemprov Sulut, kami juga perlu berkordinasi dengan provinsi. Yang pasti dugaan ini kita seriusi,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Kotabunan, Ahmad Alheid mengaku, pihaknya telah menerima laporan para Sangadi di Desa Buyat bersatu soal dugaan pencemaran lingkungan oleh PT SEJ.

“Kami akan tindaklanjuti yakni melaporkan hal tersebut kepada pimpinan. Ini tidak boleh dibiarkan, karena aktivitas di wilayah Mitra, namun dampaknya dialami warga Buyat bersatu. Tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Buyat, kecuali dampak negatif terhadap lingkungan,” kata Ahmad.

Hingga berita ini diterbitkan, belum mendapat tanggapan dari pihak PT SEJ terkait dugaan pencemaran air sungai akibat aktifitas tambang. (dim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.