PPKM Mikro, Aktivitas Usaha dan Masyarakat Kotamobagu Dibatasi

0
40
Tatong Bara (Walikota Kota Kotamobagu)

KOTAMOBAGU – Walikota Kotamobagu, Tatong Bara menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 128/W-KK/VII/2021 tentang antisipasi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kotamobagu tahun 2021.

SE tersebut merupakan tindaklanjut dari SE Gubernur Sulut terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa waktu lalu, dengan menetapkan 10 kabupaten dan kota di Sulut berstatus waspada, diantaranya, Kota Kotamobagu.

Melalui surat tersebut, Pemkot Kotamobagu sejumlah pembatas diberlakukan, diantaranya jam operasional supermarket, swalayan maupun pasar tradisional. “Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WITA, dengan kapasitas pengunjung 50 persen untuk apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 jam,” demikian bunyi ketentuan pada point H dan I dalam surat edaran tersebut.

Selain itu, pelaksanaan acara duka dan syukuran lainnya hanya dapat dihadiri 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan. SE tersebut juga mengatur pembatasan kegiatan keagamaan dalam ruangan dengan kapasitas 25 persen.
Diketahui PPKM Mikro di Kotamobagu mulai terhitung sejak enam hingga 18 Juli 2021. (tr-1)

Selengkapnya isi SE Walikota klik disini : https://content/uploads/2021/07/CamScanner-07-08-2021-17.15.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.