Dagelan PT BDL. Katanya Ditutup, Tapi Dikelola Orang Lain

0
94
Ilustrasi

KLIK24.ID — Tambang emas digunung patung Monsi, Kecamatan Lolayan yang dikelola PT Bulawan Daya Lestari (BDL) penuh dagelan. Dilarang justru dicari, bahkan katanya ditutup tapi bebas beraktivitas. Keberadaan perusahaan yang mulai beroperasi medio tahun 2009 lalu itu dinilai ‘lelucon’. Selain polemik internal perusahan, aktivitias pertambangan tersebut malah dikelola orang lain.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransincius Maindoka mengatakan meski sudah melakukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) namun pihak perusahaan belum bisa melakukan aktivitas. Itu lantaran, Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) masih dalam proses. “Jadi, PT BDL belum bisa melalukan aktivitas,” kata Maindoka melalui via celuler, semalam.

Meski demikian, Maindoka mengungkapkan, dirinya menerima informasi bahwa ada aktivitas di BDL yang dilakukan oleh JI alias Jim. Sehingga itu, pihaknya bersama tim turun langsung untuk mengecek keberadaan di lokasi perusahaan. “Bahkan kita sudah dua kali turun ke lokasi. Kalau soal penghentian itu ranahnya aparat penegak hukum. Kita hanya persoalan adimistrasi dokumen perizinan. Tapi, kita juga bisa membuat rekomendasi untuk bisa menghentikan aktivitas pertambangan,” jelasnya.

Terpisah, salah satu penanggungjawab PT BDL Donny mengatakan pihak perusahaan belum melakukan aktivitas karena ada satu permasalahan yang lagi berproses. Disentil soal IUP, Donny menjawab izin sudah ada. Bahkan, sudah mengajukan perpanjangan enam bulan sebelum IUP-OP berakhir pada bulan Maret 2019 lalu. “Tapi, sebelum izin diperpanjang, ada penumpang gelap masuk dan melalukan aktivitas (Ilegal Mining-PETI) di lokasi PT BDL sejak bulan Mei 2019 hingga sekarang. Sehingga aktivitas belum dilakukan,” tuturnya.  Disinggung oknum tersebut, Donny mengungkapkan oknum tersebut adalah Ko Jimmy. Dia masuk dengan kekuatan penuh untuk melakukan penyerobotan lahan di lokasi perusahaan. “Persoalan ini sudah di laporkan ke Polda Sulut, dan Minggu (4/4) lalu sudah ada penindakan hukum lewat surat perintah. Sehingga kami masih menunggu tindaklanjut perkembangan hukum atas penindakan yang dilakukan di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PT BDL mulai beroperasi medio 2009 di lokasi gunung patong Monsi, Kecamatan Lolayan. Pun, surat keputusan (SK) perusahan telah berakhir sejak bulan Maret 2019. Rentan 10 tahun perusahaan beroperasi di wilayah Bolmong ini kerap menuai polemik. Selain masalah internal, perusahaan yang berbatasan langsung dengan lima desa di kecamatan Lolayan itu dinilai tidak ada kontribusi terhadap daerah. bahkan, sering terjadi konflik  wilayah lingkar tambang. (cip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.