Pemkot Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

0
87
Fahri Damopolii

KLIK24.ID — Kemajuan Teknologi Informasi yang tumbuh sangat pesat setiap harinya perlu disikapi dengan bijaksana. Terlebih dalam penggunaan sosial media (Sosmed). Berbagai pihak acapkali menyebarkan informasi yang bermuatan negatif, seperti ujaran kebencian, provokatif dan pornografi.

Padahal, jika digunakan untuk hal-hal positif, sosial media adalah sarana yang paling mumpuni untuk membantu dalam menyebarkan informasi dengan cepat.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah kemudian merancang dan mulai memberlakukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjadi payung hukum untuk memberikan efek jerah bagi masyarakat yang menyebarkan informasi bermuatan negatif.

Banyaknya informasi bermuatan negatif yang beredar melalui sosmed mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, untuk terus memberikan sosialisasi terkait penggunaan sosial media atau sosmed dengan bijaksana.

“Pemerintah Kotamobagu mengajak seluruh lapisan masyarkat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Kepala Dinas Kominfo Kotamobagu, Fahri Damopolii, Rabu (03/02/2021).

Apalagi, ditengah pandemi covid-19 ini. Dimana menurut Fahri, ada peningkatan penggunaan medsos.

“Konten negatif dapat merugikan orang lain dan memengaruhi pola pikir penerima berita. Penyebar konten negatif pun tidak begitu saja luput dari jeratan hukum. Di Indonesia sudah ada Undang-Undang ITE yang dapat menjerat perilaku pengguna medsos yang melanggar UU tersebut. Oleh karena itu, pengguna medsos khususnya di Kotamobagu harus cermat dan bijak dalam mengunggah informasi,” ujar Fahri.

Sehingga, Fahri menyarankan agar masyarakat agar jangan asal menyebarkan informasi yang tidak memiliki sumber jelas bahkan cenderung mengarah ke informasi hoax.

“Meski pun platform media sosial saat ini punya fitur privasi yang bisa kamu atur, namun tak ada salahnya menggunakan media sosial dengan lebih baik dan bermanfaat sehingga tidak menyinggung pihak lain,” ujar Fahri.

Selain itu, dalam bersosmed pun kata Fahri, etika harus dijaga. Hindari penggunaan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan masyarakat yang juga pengguna sosmed.

“Hindari penggunaan kata-kata kasar atau yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, persekusi, berita hoax serta hal-hal negatif lainnya di media sosial,” imbau Fahri.

“Sekali lagi, mari kita sama-sama mencegah pelanggaran UU ITE dengan selalu bijak dalam bermedsos, ini semua dmei kebaikan kita bersama. Postinglah konten-konten posotif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain sesama pengguna media sosial,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.