Gubernur Serahkan 2 Ton Bibit Bawang

0
132
SERAHKAN : Gubernur Olly Dondokambey menyerahkan bantuan 2 ton bibit bawang kepada petani di Kotamobagu.

KLIK24.ID — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menyerahkan bantuan sebanyak 2 Ton bibit bawang merah kepada 20 orang petani bawang merah di Kotamobagu.

Komunitas petani bawang merah Kotamobagu Urief Hassan mengatakan, bawang merah merupakan komoditas baru di Bolmong Raya dan Kotamobagu khususnya.

“Selama ini Bolmong Raya hanya dikenal sebagai lumbung beras, lumbung jagung, lumbung kopra. Sekarang sudah menambah lagi komunitas petani bawang merah. Karena ternyata sejak dua tahun terakhir lahan Kotamobagu dan Bolmong Raya sangat cocok dengan komoditas bawang merah,” kata Urief Hassan yang juga merupakan CEO INN media grup.

Menurutnya, proses penanaman bawang merah sampai panen, hanya memakan waktu yang relatif lebih cepat dari komoditas lainnya, dan harga jualnya pun lebih tinggi dari harga jual komoditas lain seperti beras, kopra dan jagung.

“Proses penanaman sejak pembuatan bedeng dan pengeringan 90 hari itu sudah siap jual. Waktu penanamannya itu hanya memakan waktu 58 sampai 60 hari. Juga masa tanamnya relatif lebih cepat,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Urief, yang menjadi kendala dari para petani bawang adalah modal yang cukup besar.

“Memang menjanjikan hasil komoditas bawang merah ini. Karena harganya relatif lebih mahal dari pada komoditas lain. Tapi dari sisi permodalan itu yang menjadi kendala kami. Kami hanya mengandalkan modal kami. Kami berjuang bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, potensi bawang merah di wilayah Sulut ini sangat menjanjikan. Karena, permintaan bawang merah di Sulut cukup tinggi.

“Kita panen bawang itu sangat baik sekali. Ini sangat mendorong. Karena kalau inflasi naik, kita kirim bawang dari Brebes. Jadi kebutuhan bawang di Sulut dan apa yang kita tanam sekarang masih bisa. Karena kebutuhan bawang di Sulut sangat baik,” kata Olly.

Lanjut, kata Olly, selain permintaan dalam daerah yang cukup banyak, hasil bawang merah di Sulut juga melayani permintaan dari luar daerah.

“Misalnya Papua, Maluku Utara. Ini yang berdampak inflasi di Sulut. Yang sangat menghawatirkan kita. Kadang kalau harganya di luar Sulut sudah di atas 120 ribu, banyak yang langsung bawa kesana. Sudah tidak ada yang dijual dipasar kita. Sehingga pasar kita kosong. Inflasi di Sulut naik. Itu yang harus kita jaga. Kita kerja sama,” tandasnya. (uci)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.