Upacara 17 Agustus Tahun Ini Bakal Berbeda

0
229
Marham Anas Tungkagi

KLIK24.ID — Bisa dipastikan, perayaan 17 Agustus Tahun 2020 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, pada perayaan upacara bendera 17 Agustus nanti, akan dilaksanakan lebih awal dari waktu seperti biasanya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu Marham Anas Tungkagi, Senin (6/7/2020).

“Kita lagi tunggu-tunggu kepastian dari kementerian Sekretaris Negara (Sesneg). Surat tadi kita terima yang ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Indonesia. Disitu jelas sudah disampaikan bahwa pelaksanaan 17 Agustus khusus di daerah dilakukan sebelum detik-detik proklamasi,” kata Anas.

Menurutnya, itu dilakukan karena seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Indonesia akan mengikuti upacara detik-detik proklamasi secara virtual, yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.

“Artinya biasa kita jam 10.00 Wita. Nah tahun ini sesuai kementerian Sesneg panduannya dimulai dari jam 7 sampai maksimal jam 9. Karena jam 10.00 seluruh Gubernur dan Bupati Wali Kota harus mengikuti upacara secara virtual. Jadi pada dasar upacara tetap dilakukan. Cuma jamnya dirubah. Tahun ini dimajukan,” jelasnya.

Bahkan bukan hanya itu, sambung Anas, tahun ini pelaksanaan upacara tidak akan melibatkan petugas Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih hasil seleksi tahap II.

“Terus surat kementerian juga itu menyebutkan tidak melibatkan hasil seleksi Paskibra. Surat disini disebut hanya pelaksanaan upacara secara sederhana oleh tiga petugas pengibar bendera. Itu pun diambil dari purna Paskibra atau hasil seleksi 2019 lalu. Pasukan lain sudah tidak ada. Tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tidak melibatkan asn-asn untuk hadir. Bahkan tokoh-tokoh masyarakat juga tidak. Kalau kita baca dari surat itu,” ungkap Anas.

Ia berharap, seluruh calon pasukan pengibar bendera yang telah mengikuti seleksi, agar tidak berkecil hati.

“Selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga secara resmi akan melaporkan kepada Ibu Wali Kota. Malam ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda). Kita berharap capas 2020 yang sudah mengikuti seleksi, tahap 1, tahap 2 dan saat ini harusnya masuk ke tahap 3. Tetapi dengan tiba-tiba Kementerian Sesneg mengeluarkan surat kepada seluruh daerah tata cara pelaksanaannya. Kita sangat berharap melibatkan hasil seleksi. Tetapi ini surat resmi dari pemerintah pusat, sehingga kita tidak bisa berbuat lebih. Harapannya kepada orang tua yang anaknya mengikuti seleksi sampai tahap 2, bagi capas yang tidak melaksanakan tahun ini bukan kesengajaan. Karena sudah menjadi ketentuan pemerintah pusat. Bagi yang kelas 1 masih memiliki kesempatan. Tetap menjaga fisik agar tahun depan bisa mengikuti seleksi kembali,” tutupnya. (uci)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.