Ada Oknum Wartawan Peras Kepsek, Begini Modusnya

0
343
ilustrasi

KLIK24.ID – Sejumlah kepala sekolah dasar menjadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai seorang wartawan. Oknum tersebut melancarkan aksi pemerasan dengan modus telah mengantongi sertifikat Sosialisasi Regulasi Pers yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kotamobagu bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotamobagu, September lalu.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu sumber resmi yang meminta namanya dirahasiakan. Ia mengungkapkan, jika oknum tersebut mendatangi sekolahnya dan meminta uang. “Orang ini datang ke sekolah dan meminta uang sembari menunjukan selembar sertifikat. Karena kebetulan saya belum ada uang, ia pun meminta partisipasi saja,” ungkap sumber kepada sejumlah wartawan, Jumat, (29/11) pagi.

Pengakuan yang sama juga datang dari salah satu Kepala Sekolah yang meminta namanya dirahasiakan. Ia mengatakan, ada salah satu oknum mengaku wartawan online, mendatanginya dan meminta sejumlah uang dengan iming-iming akan dibantu untuk melobi Direktur PDAM, agar sekolah tersebut akan bisa memperbaiki sakura air bersih ke sekolah. “Benar. Dia menghubungi saya lewat whatsapp dan mengaku wartawan media online. Katanya, Direktur PDAM sudah menanggapi positif akan diperbaiki saluran air bersih ke sekolah. Namun hingga kini tak kunjung ada,” ungkapnya.

Karena merasa oknum tersebut mempunyai maksud lain, sumber yang merasa takut ini pun terpaksa memberikan sejumlah uang. “Saya kasih uang. Mereka ada dua orang yang datang. Tapi, satunya saya tidak kenal. Mereka datang tidak hanya sekali, tapi berulang kali dengan berbagai modus baru,” ujarnya.

Salah satu Kepala Sekolah Dasar juga mengungkapkan, oknum wartawan meminta jatah uang tunai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima pihak sekolah untuk pembangunan jamban. Kepala Sekolah ini pun merasa ketakutan dengan ancaman oknum tersebut. “Kasihan, saya ini baru menjadi Kepala Sekolah, saya juga takut jika ada wartawan yang datang,” kata Dia.

Oknum ini pun lanjut sumber, tak segan-segan mematok jumlah uang yang harus diberikan Kepala Sekolah untuknya. “Ia meminta Rp2 juta dari dana DAK ini ke saya. Tapi saya belum kasih. Tapi saat dia datang, saya selalu berikan ia uang Rp50 ribu,” ungkap sumber.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.