PETI Bakan Dijadikan WPR, JRBM Setuju  Lahannya Diciutkan

0
293
Kunjungan DPR RI dan Kementerian ESDM di lokasi busa bakan difasilitasi JRBM

KLIK24.ID –  Salah satu solusi dari Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan,  Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong  yang sudah menelan banyak korban, adalah akan dijadikan lokasi tersebut sebagai wilayah pertambangan rakyat (WPR).

Hal ini diutarakan,  Sekda Bolmong Tahlis Gallang. “Sebagai solusi dari permasalahan disana yakni akan dibentuk WPR. Bahkan, kita sudah bernegosiasi dengan PT JRBM dan mereka sudah setuju menciutkan wilayah untuk diperuntukkan bagi WPR,” ujar sekda.

Mantan sekda Bolsel dan Kotamobagu ini mengaku pelaksanaan terbentuknya WPR sendiri tinggal menunggu pihak PT JRBM. Sejauh ini belum ada tindaklanjut JRBM terhadap pertemuan dengan Pemkab Bolmong. “Kita masih menanti,” kata dia.

Lanjut dikatakannya, kasus kecelakaan tambang terbaru di Bakan terjadi karena warga nekat naik ke lokasi tambang. Sejumlah warga memanfaatkan saat penjagaan longgar. Untuk itu mengimbau warga untuk tidak lagi naik ke lokasi tambang. “Saya minta warga untuk tidak lagi naik ke lokasi tambang karena sangat berbahaya,” harapnya.

Informaso yang berhasil dihimpun, ada dua belas penambang yang naik ke lokasi tambang pada malam naas itu. Mereka masuk lewat jalan tikus. Penjagaan malam juga sudah tak terlalu ketat. Nasib naas menimpa Candra Sabir alias Ang (33) dan Suhendri Anggol alias Su (41) yang tewas tertimpa material batuan dan pasir saat sedang menggali. Dua korban itu berasal dari Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga. (cip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.