Terduga Teroris Ditangkap di Bitung Ingin Bergabung dengan MIT

0
134

KLIK24.ID- Terduga teroris RH serta M yang ditangkap Densus 88 Anti Teror Polri di Bitung, Manado, pada Kamis (2/5), ingin bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah.

RH serta M diketahui satu kelompok terduga teroris SL (34) jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Bekasi pada akhir pekan kemarin.

“Rencananya kelompok tersebut dia kan sudah pecah, jadi kelompok, dua sudah tertangkap di Bitung gabung pada saat mau gabung dengan kelompok Ali Kalora di Poso, kemudian yang enam lari ke Bekasi, ada kelompok lagi yang masih dikejar,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin.

KLIK JUGA: Tunjangan Uang Pangan PNS bakal Diganti Beras

Dedi Prasetyo mengatakan kelompok pimpinan SL yang anggotanya terstruktur itu berbeda dengan kelompok teroris Sibolga yang merupakan lone wolf atau bekerja sendiri.

Sementara sumber dana kelompok pimpinan SL juga berbeda dengan kelompok bom Sibolga, yakni dari perorangan internal kelompok.

“Kelompok SL cukup bahaya dibanding kelompok yang ada di Sibolga, ini jauh lebih militan, jauh lebih bahaya dan jauh lebih berpengalaman,” tutur Dedi Prasetyo.

Kemampuan dalam merakit bom kelompok yang ditangkap di Bekasi itu juga disebut lebih membahayakan, tetapi masih didalami kemampuan sebenarnya dari kelompok itu.

Untuk itu, Densus 88 Anti Teror dalam melakukan penangkapan dengan sistem kejut agar tidak seperti saat penangkapan di Sibolga, yakni anggota satu kelompok yang ada di Lampung sudah diketahui tertangkap lebih dulu.

Diketahui penangkapan lima orang di Bekasi dan satu orang di Tegal dari hasil pengembangan penangkapan terhadap terduga teroris RH serta M yang ditangkap di Bitung, Manado, pada Kamis (2/5).

SUMBER: ANTARANEWS.COM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.