Diduga Gas 3 Kg Dijual ke Tengkulak, Pemkot Didesak Turun Tangan

0
278
Ilustrasi

KLIK24.ID — Sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan langkahnya tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) atau biasa sebut masyarakat tabung Elpiji Tiga Kilogram (3Kg) di pangkalan-pangkalan. Pasalnya, sudah dua pekan ini, tabung gas yang berwarna hijau ini mulai jarang didapatkan di pangkalan-pangkalan.

Salah satunya Fopni (30) warga Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, mengeluhkan sering kosongnya pangkalan-pangkalan Elpiji yang ada di wilayah tersebut. Padahal, Elpiji/LPG merupakan komponen utama digunakan untuk proses masak memasak di dapur. Apalagi, kata Putri, menjelang bulan suci ramadan ini, intensitas gas yang akan digunakan dalam keseharian akan mencapai dua kali lipat dari hari-hari biasanya. “Sudah hampir 2 minggu ini gas kosong di pangkalan. Padahal bulan puasa tinggal beberapa hari ini,” kata Fopni, Kamis (2/5) kemarin.

Bahkan, salah satu warga mengirimkan SMSnya kepada HBMR. Ia menduga ada pangkalan di Kotamobagu yang menjual gas 3 kg ke tengkulak ke luar Kotamobagu. “Pemerintah harus turun tangan. Jika benar ada maka izinnya harus dicabut,” tulis SMS salah satu warga ke redaksi HBMR.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu Ishak Sugeha mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk turun ke lapangan meninjau secara langsung keluhan masyarakat tersebut. Karena, LPG ini merupakan kebutuhan utama masyarakat. “Kita minta Pemkot untuk langsung meninjau langsung ke lapangan untuk melihat kondisi real disana, apakah benar atau seperti apa,” tegas Ishak.

Menurutnya, Pemkot harus bertindak tegas jika di lapangan didapati ada oknum-oknum yang bermain dibelakang, sehingga membuat LPG mulai langkah. “Sesungguhnya posisi saat ini tidak ada kelangkaan LPG. Kalau pun itu berkembang seperti itu, jadi pertanyaan. Apalagi kondisi ini mendekati bulan ramadan kan semua hal-hal, apalagi LPG yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kan tidak bisa, ada kelangkaan di lapangan. Sesungguhnya Menjadi pertanyaan besar kalau ada kelangkaan di lapangan. Kalau ada hal-hal seperti itu maka harus ada tindakan tegas. Karena ini persoalan kebutuhan masyarakat. Jangan ada yang bermain ditataran itu. Apalagi melakukan penumpukan, kemudian ujung-ujunnya adalah menaikkan posisi tawar harga. Kalau didapati seperti itu betul-betul harus ditindak tegas,” terangnya.

Jika tidak ada langkah-langkah dari Pemkot, Ishak mengaku akan turun dilapangan melakukan kroscek secara langsung terkait kelangkaan LPG di pangkalan-pangkalan yang ada. “Kita akan lihat, makanya kita desak dulu Pemkot melakukan peninjauan secara langsung. Kalau tidak kita bisa turun juga, karena ini kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Kabag Ekonomi Alfian Hassan menegaskan akan mencabut izin jika ada pangkalan atau agen yang menimbun atau menjual gas ke luar daerah. (mg41)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.