Suami Bupati Talaud Seorang Hakim Senior

0
302
Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip di gedung Merah Putih, KPK, usai diperiksa oleh penyidik KPK. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

KLIK24.ID – Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, ditangkap tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di Talaud Tahun Anggaran 2019.

Barang-barang mewah seperti tas Channel, jam tangan Rolex, sampai berlian turut disita lembaga antirasuah ini. Wanita yang dikenal glamor dengan paras cantik itu, ternyata sudah dipersunting oleh seorang hakim bernama Armindo Pardede.

“Jadi setahu saya, ibu SWM, ibu Sri, benar dari istri Pak Armindo Pardede,” kata juru bicara Mahkamah Agung, Andi Samsan Nganro, disiarkan Liputan6.com, Kamis (2/5/2019).

KLIK JUGA: KPK Tahan Bupati Talaud 20 Hari

Namun, Andi belum bisa memastikan apakah suami Bupati Talaud itu masih seorang hakim atau tidak. Lantaran Armindo pernah terkena stroke.

“Saya tidak tahu apa masih sampai sekarang. Ini kan karena Pak Armindo mengalami stroke. Dulu Ketua Pengadilan Negeri Manado, kemudian diangkat menjadi Ketua Pengadilan tinggi Samarinda. Karena dia sakit stroke, dia dipindahkan dari Samarinda ke Pengadilan Tinggi Manado kira-kira 2-3 tahun lalu,” ungkap Andi.

Dia memastikan, meski istri dari hakim senior, hal ini tak mempengaruhi proses hukum yang berjalan. “Tidak. Proses penegakan hukum itu biar fair,” pungkasnya.

Sri Wahyumi terjerat  OTT KPK  diduga ‘bermain mata’ dengan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. Demi suap berupa barang mewah, si bupati disebut KPK menjualbelikan proyek di kabupaten yang dipimpinnya kepada pengusaha itu.

“Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.

Barang mewah apa yang diduga KPK sebagai rasuah untuk Sri Wahyumi? Setidaknya, menurut KPK, ada 2 tas, 1 arloji, dan perhiasan yang diperuntukkan bagi si bupati. Berikut ini daftarnya: – Tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000; – Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000; – Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000; – Anting berlian Adelle Rp 32.075.000; – Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan – Uang tunai Rp 50 juta.

Dalam transaksi haram itu, KPK menduga ada peran seorang bernama Benhur Lalenoh, yang merupakan tim sukses Sri untuk mencarikan kontraktor yang menggarap proyek-proyek di Talaud, termasuk kepada Bernard.

Melalui Benhur, Sri Wahyumi diduga meminta 10 persen dari nilai proyek yang ditawarkan kepada Bernard. Nah, barang-barang mewah itu disebut KPK sebagai bagian dari 10 persen yang dimintanya itu.

Lalu, apa hubungannya dengan ulang tahun Sri Wahyumi? Rupanya Benhur sempat memberi saran kepada Bernard agar barang mewah itu diserahkan kepada Sri Wahyumi saat ulang tahunnya. Tujuannya agar Sri Wahyumi merasa senang.

“Dari hasil kita periksa BNL (Benhur Lalenoh), dia memang menyarankan untuk membeli tas-tas bermerek ini supaya yang bersangkutan juga merasa senang saat ulang tahun awal Mei,” kata Basaria.

Alhasil, Sri Wahyumi, Bernard, dan Benhur pun dijerat KPK sebagai tersangka. Namun, terlepas dari segala sangkaan KPK, Sri Wahyumi mengaku bingung karena merasa tidak menerima barang-barang itu.

“Saya bingung karena barangnya nggak ada saya terima. Tiba-tiba saya dibawa ke sini. Tidak benar saya terima hadiah,” ucap Sri Wahyumi ketika tiba di KPK setelah dibawa dari Talaud. (*)

sumber: liputan6.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.