Diduga Terlibat Curanmor, Ketua Panwascam Bilalang Terancam 5 Tahun Penjara

0
336
Ketua Panwascam Bilalang ditangkap Tim Resmob Polres Kotamobagu, terkait dugaan terlibat curanmor.

KLIK24.ID – Badan penyelenggara pengawasan pemilu, tiba- tiba tercoreng dengan ulah salah satu oknum ketua Bawaslu Kecamatan. Pasalnya, HS alias Ham (48) warga Bilalang tiga, diketahui merupakan ketua Bawaslu Kecamatan Bilalang diduga terlibat pencurian kendaraan motor (Curanmor), disalah satu Hotel di Kotamobagu, 21 April lalu sekitar pukul 06.35 Wita. Ketua Bawaslu Bilalang tersebut, ditangkap tim Reserse dan mobil (Resmob) satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Kotamobagu, Selasa (30/4), sekitar pukul 16. OO Wita, di jalan AKD, Kopandakan dua, Kecamatan Lolayan. Proses penangkapan terhadap oknum Ketua Bawaslu Kecamatan Bilalang, berdasarkan Laporan Polisi No. LP: 338/lV/2019/Sulut/Res Kotamobagu, HS diduga melakukan tindakan pencurian sepeda motor Supra X warna merah hitam jenis Honda, dengan nomor Polisi DB 6659 DO, milik Jefni Pontoh warga Dumoga. “Aksi terduga pelaku juga sempat terekam CCTV di TKP, kemudian kami kembangkan. Alhasil, pelaku berhasil kami tangkap di Desa Kopandakan dua tanpa perlawanan,” kata Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, AKP Muhammad Aswar Nur, kemarin.

Kemudian lanjut Aswar, pihaknya melakukan pengembangan tentang barang bukti hasil curian. Menurut keterangan dari pelaku kata Aswar,  sepeda motor hasil curiannya disimpan salah satu rumah yang berada di Desa Bilalang satu. Alhasil, tim Resmob langsung bertindak ke lokasi yang dimaksud,  dan langsung mengamankan babuk hasil curiannya yaitu sepeda motor Supra x 125 warna merah hitam. “Pelaku sudah kami amankan di Polres bersama barang bukti. Jika terbukti, pelaku kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun panjara,”jelasnya.

Sementara itu, ketua Bawaslu Bolmong Pangerego mengaku kaget setelah mendapat berita terkait adanya ketua Bawaslu Kecamatan yang terlibat curanmor.

“Terus terang kaget juga ketika mendengar berita ini. Awalnya tidak percaya kalau seorang publik figur dan ternyata nekad untuk melakukan hal seperti itu,” kata Pangkerego, Rabu (1/5), kemarin.

Kendati begitu menurut Pangkerego, pihaknya masih menunggu hasi pemeriksaan dari Polres Kotamobagu. Namun, jika terbukti bersalah pihaknya tak segan-segan akan memberikan sanksi berat yakni dipecat se

cara tidak hormat. “Apabila terbukti melakukan hal itu, tentu hukumnya dipecat secara tidak hormat sebagai pengawas penyelenggara pemilu,” tuturnya. (tji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.