Waspada Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi

0
151
LARI KE GUNUNG: Warga Banggai Laut saat menuju dataran tinggi, tepatnya di kompleks Keraton Kerajaan Banggai, tadi malam. [Foto: Alisan/Luwuk Post]

KLIK24.ID -Kepanikan melanda warga Luwuk Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pascagempa 6,9 skala richter sekira pukul 18.40:49 WIB, Jumat (12/4). Khawatir pesisir Luwuk dihantam tsunami, ribuan warga berbondong-bondong mengungsi ke daratan yang lebih tinggi.

Terutama warga dari pesisir pantai di desa-desa dan kelurahan sepanjang garis pantai Kota Luwuk.

Amatan Harian Luwuk Post (Grup klik24.id), warga berbondong-bondong mengungsi ke wilayah Keles dan Tontouan. Dengan pakaian dan barang bawaan seadanya, warga mulai dari anak-anak, orang dewasa maupun lansia bergegas mengungsi dengan berjalan kaki, berlari maupun mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat.

Kepanikan massal itu terjadi menyusul trauma dengan gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda kota Palu. Apalagi, waktunya terjadi di hari Jumat dan ba’da magrib.

Beberapa pemuda dari Desa Awu dan Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara menuturkan mereka mengungsi ke wilayah Keles karena khawatir tsunami. “Kencang sekali gempanya. Saya takut tsunami,” kata salah seorang pemuda kepada koran ini.

Demikian halnya warga yang bermukim di sekitar pelabuhan rakyat maupun warga kelurahan Bungin, Soho dan Lumpoknyo. “Saya takut. Masjid Al Hikmah Soho, saya lihat sudah bergoyang, kencang sekali gempanya,” tutur ibu Melly.

Dengan ketakutan, ia berlari menuju ke Kelas Kelurahan Kaleke, Kecamatan Luwuk. Lokasi itu merupakan daratan yang lebih tinggi dan relatif aman dari jangkauan tsunami.

Sekira pukul 21.00, atau dua jam setelah gempa, ribuan warga memadati jalur dua keles. Sementara ruas jalan utama cenderung lebih sunyi. Begitu pun di pelabuhan rakyat yang terletak di teluk Lalong, pusat kota Luwuk, terlihat lebih sepi dari biasanya. Hanya beberapa kapal yang dikabarkan sudah diberangkatkan ke Banggai Laut. Sementara kapal yang melayani rute Luwuk Salakan, masih terlihat berlabuh.“Torang berangkat menunggu perintah dari pemilik kapal,” kata salah seorang ABK yang ditemui di tempat penjualan tiket.

Sementara itu, Warga Banggai, Kabupaten Banggai Laut juga panik akibat gempa. Masyarakat berhamburan keluar dari rumah. Pusat gempa yang hanya berjarak 113 kilometer membuat daerah ini merasakan guncangan cukup keras.

Tercatat, sebanyak dua kali gempa keras mengguncang dan membuat panik masyarakat. Setelah guncangan pertama, warga kembali masuk ke rumah. Tiba-tiba gempa kedua melanda, warga punpontang-panting melarikan diri ke dataran tinggi.

Hal ini menyusul adanya informasi akan terjadi tsunami. “Cepat lari-lari. Tutup (kedai, Red) cepat,” ujar Tendra, pemilik Joki Café, lalu keluar dari kedai itu.

Pantauan wartawan, setelah gempa, warga berbondong-bondong menuju dataran tinggi. Di antaranya di Keraton Kerajaan Banggai, kantor Bupati Banggai Laut, dan kantor TVRI.

Hingga pukul 22.00 Wita, warga masih berada di titik berkumpul. Adapun yang kembali ke rumah hanya untuk mengemasi pakaian dan beberapa aset lainnya yang bisa diamankan di pengungsian.

Di sisi lain, akibat gempa tadi malam, calon penumpang yang hendak berlayar ke Luwuk, Kabupaten Banggai menggunakan armada ASPD di Dusun Tinakin Laut, Kecamatan Banggai, membatalkan keberangkatan. “Saya sudah siap-siap tadi ke kapal, sudah beli tiket tapi tidak jadi berangkat,” jelas Kepala Bagian Umum dan Setda Banggai Laut, Hasbullah Talaba.

Kepanikan massal juga melanda warga Salakan, ibu kota Banggai Kepulauan. Ribuan warga berbondong bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Terutama ke lokasi perkantoran bupati Banggai Kepulauan. (ris/zip/INN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.