Gubernur Gorontalo Minta Pengedar Miras Ditembak di Kaki

0
141
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie | istimewa

KLIK24.ID – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie nampaknya begitu geram melihat banyaknya minuman keras (Miras) yang berasal dari daerah tetangga beredar di Gorontalo. Ia meminta agar para pengedar Miras dapat ditindak tegas, sehingga ada efek jera bagi pelaku. “Jika terjadi lagi pengedaran miras seperti ini, maka pelakunya wajib ditembak di kaki,” tegasnya pada saat berkunjung ke Atinggola, Gorontalo Utara, Senin (08/04/2019) dikutip Hargo.co.id (Group KLIK24.id).

Ia mengaku telah membahas masalah miras dengan Kapolda, Wagub dan Kajati. “Kapolda memperlihatkan kepada kami foto foto peredaran miras dan kebetulan ditemukan di daerah perbatasan seperti Kecamatan Atinggola ini,” ungkap Rusli.

Dalam beberapa bulan terakhir, Polda Gorontalo maupun jajaran TNI berhasil menggagalkan penyelundupan miras jenis Cap Tikus yang masuk melalui di Atinggola, perbatasan antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara. Miras puluhan liter itu dikemas dalam plastik berukuran besar atau dalam jerigen.

“Jadi diharapkan untuk semua masyarakat saya yang ada di daerah perbatasan, terlebih jajaran keamanan pak Kapolsek, Pak Babinsa, tolong lebih diperketat lagi keamanannya,” tegas Rusli.

Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan tingkat konsumsi miras di Provinsi Gorontalo tertinggi ke empat secara nasional. Gorontalo yang dikenal sebagai Serambi Madinah, hanya kalah dari Sulawesi Utara, NTT dan Bali.

Kondisi itu membuat Gubernur Rusli semakin gerah. Hampir dalam setiap kesempatan tatap muka dengan masyarakat, Rusli mengingatkan agar warga berhenti konsumsi miras dan mabuk-mabukan. Selain haram dan berbahaya bagi kesehatan, miras penyumbang terbesar angka kriminalitas di daerah.

KLIK JUGA: 1,1 Ton Captikus Asal Sulut Disita di Gorontalo

“Hampir 80 persen kasus kriminal di Gorontalo dipicu oleh miras. Jadi tolong berhenti konsumsi miras. Minuman ini haram dan tidak baik untuk kesehatan,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan Kapolda Brigjen Pol Rachmad Fudail soal usulan tembak kaki pengedar miras? Menurutnya,  terlebih dahulu harus dirapatkan bersama, baik pemerintah kabupaten kota hingga Pemprov Gorontalo.

“Hal ini perlu kita rapatkan bersama untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP). Oleh karena itu, perlu duduk bersama antara pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten/kota,” jelasnya.

Meski demikian kata Alumnus Akpol 1985 ini, sejauh ini sudah banyak yang ditemukan dan diberantas. Baik itu yang masuk dari wilayah tetangga maupun yang diperjualbelikan secara bebas di wilayah Gorontalo.

“Miras adalah segala sumber masalah. Tindakan kejahatan yang sering terjadi di daerah, rata-rata disebabkan oleh Miras. Oleh karena itu, kami pun berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu memberantas yang namanya Miras dan menjaga daerah ini agar tidak ada lagi Miras yang diperjualbelikan secara bebas,” harapnya. (kif/hg/gus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.